PDIP Hargai Keputusan PKS Keluar dari Koalisi di Pilkada Sumbawa

Lalu Budi Suryata. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Koalisi antara PDIP dengan PKS di Pilkada Kabupaten Sumbawa merupakan bagian dari komitmen koalisi kedua partai di dua daerah lainnya, yakni Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Tetapi di Pilkada Sumbawa PKS secara mengejutkan menyatakan diri keluar dari komitmen koalisi dengan PDIP.

Sekretaris PDIP NTB, Lalu Budi Suryata yang akhirnya angkat bicara menanggapi keputusan PKS tersebut dengan cukup tenang. Ditegaskan Budi, sebagai bagian dari dinamika politik, PDIP sangat menghargai dan menghormati sikap politik PKS.

Iklan

“Hangatnya suasana politik di Kabupaten Sumbawa dalam rangka mengusung calon yang akan berlaga di Pilkada 2020, saya pikir merupakan dinamika yang harus kita hargai dan hormati sebagai bentuk sebuah keniscayaan,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu, 29 Februari 2020 di Mataram.

Menurut Budi, pihaknya bisa memahami sikap dan keputusan politik PKS untuk menarik diri berkoalisi dengan PDIP. Bahkan PDIP sepakat dengan alasan PKS untuk urung berkoalisi untuk tujuan menjaga kepentingan daerah yang lebih besar yakni kondusivitas.

“Kemudian terkait dengan pernyataan PKS, saya sebagai Sekretaris DPD PDIP NTB sangat menghargai dan menghormati pandangan politik yang telah disampaikan. Saya juga sependapat, bahwa kondusivitas daerah dan persaudaraan jauh lebih penting dari jabatan politik,” imbuh Ketua Fraksi Bintang Perjuangan Nurani Rakyat (BPNR) DPRD NTB itu.

Menurut dia, apa yang telah diputuskan oleh PKS itu tentunya sudah melalui berbagai kajian mendalam dan matang. Bahkan mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa sangat memahami proses politik di Pilkada Sumbawa sangat dinamis. Sehingga keputusan-keputusan berat tak terelakkan untuk diambil oleh partai.

“Sekali lagi politik sangat dinamis, sehingga diperlukan kedewasaan politik untuk memahami dan mencermati keputusan politik. Mari kita jaga persahabatan dan silaturrahim, jangan sampai terkoyak-koyak karena urusan politik,” tambahnya sembari menyerukan kepada semua pihak untuk bijak menyikapi dinamika politik, khususnya di Kabupaten Sumbawa.

Di sisi lain, anggota DPRD NTB asal Dapil Sumbawa-KSB itu juga mengungkapkan terkait keputusan DPP PDIP terhadap Pilkada Sumbawa. Dimana kata dia, hingga saat ini semuanya masih berproses.

“Kami juga masih berproses dan kami sudah berkomitmen sebagai kader partai untuk sesuai dengan apa yang disampaikan Ketua DPD PDIP NTB, H. Rachmat Hidayat untuk tegak lurus dan tunduk taat apapun keputusan DPP Partai,” tegasnya.

“Jika keputusan sudah dibuat oleh DPP partai, maka tidak ada lagi argumentasi dan perdebatan terhadap keputusan tersebut. Melainkan tegak lurus dan tunduk taat kepada keputusan partai,” sambungnya.

Terkait keputusan PDIP tidak lagi mencalonkan kadernya H. Husni Djibril yang saat ini sebagai petahana Bupati Sumbawa, Budi Suryata menegaskan para pihak, pengurus DPD, termasuk Husni Djibril telah dipanggil oleh DPP PDIP untuk dimintai keterangan.

“Jadi para pihak sudah dipanggil untuk dimintai keterangan oleh DPP, termasuk Haji Husni. Saat ini kita tinggal menunggu keputusan DPP partai. Saya berharap semua pihak dapat menerima dengan ikhlas apapun keputusan DPP. Karena itulah keputusan terbaik bagi Sumbawa dan sekali lagi saya berharap seluruh kader partai untuk tetap solid bergerak di jalan ideologi partai kita,” pungkasnya. (ndi)