PDI-P Tak Pasang Target Muluk pada Pileg 2019

Mataram (Suara NTB) – Hampir semua partai politik telah memasang target tinggi, perolehan kursi legislatif pada pemilu 2019 mendatang. Rata-rata semua parpol ingin menjadi pemenang pemilu. Namun tidak demikian dengan PDI-P NTB.

Partai pemenang nasional pemilu 2014 itu, tidak ingin mengikuti gaya parpol lainnya untuk memasang target yang muluk-muluk. Demikian Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PDI-P NTB, Ir. Made Slamet, saat dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 24 April 2018 kemarin di DPRD NTB.

Iklan

Menurut dia, partainya sangat realistis menargetkan perolehan kursi legislatif, untuk DPRD NTB yakni semua dapil akan disahkan dapat terisi. “Kita tidak muluk-muluk lah, cukup semua dapil bisa terisi,” ujarnya.

Begitu juga dengan target di Kabupaten/Kota, PDI-P juga hanya menargetkan dapat mengisi semua dapil. Sementara untuk DPR RI dari NTB yang sudah terpecah menjadi dua dapil, yakni Sumbawa dan Lombok. PDI-P juga hanya menargetkan kedua dapil bisa terisi.

“Lombok tetap satu kursi dan Sumbawa juga satu kursi ke DPR RI. Saya kira untuk sumbawa kita bisa mengirim satu wakil, karena kita punya dua Bupati di sana. Peluang itu ada, karena kita signifikan juga di sana,” ujarnya.

Anggota DPRD NTB dapil Kota Mataram itu mengatakan, partai saat ini sudah mulai membuka penjaringan bakal calon anggota legislatif. Disebutkannya, dalam pencalegkan ini, partainya tidak tertutup hanya untuk kader. PDIP sangat terbuka untuk tokoh-tokoh masyarakat.

“Ya kami berikan kesempatan kepada semua tokoh yang ingin mendaftar maju di PDIP. Kami buka pintu untuk kami jarring. Baik yang ingin di DPR pusat, provinsi dan kabupaten,” katanya.

“Kami berikan kesempatan kepada tokoh masyarakat dan pemuda, karena tidak semua yang jadi kader harus maju. Banyak kader yang ingin belajar dulu, menggembleng diri. Intinya kami ingin menjaring orang yang kuat idiologinya,” sambungnya.

Selain itu, Made Slamet juga sangat meyakini bahwa partainya bisa mempertahan posisi sebagai pemenang pemilu pada 2019 mendatang. Karena sampai saat ini, posisi elektabilitas PDI-P dari hasil survei masih tetap pada posisi teratas. “Survei kami kan masih yang tertinggi,” akunya.

Dikatakan bahwa masyarakat sudah sangat cerdas dalam menilai. Terutama dalam pemerintahan Presiden Jokowi ini, banyak pembangunan yang dirasakan oleh masyarakat. Sehingga isu-isu berita bohong tersebut sudah tidak mempan untuk melemahkan posisi PDI-P.

“Masyarakat sudah bosan dengan  berita bohong, kepercayaan masyarakat dengan berita hoaks itu sudah berkurang. Jadi masyarakat yang terkena berita bohong selama ini, jadi berbalik simpati kepada kami. Karena mereka tahu faktanya di bawah,” pungkasnya. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here