PDAM Dompu Upayakan Subsidi Pembayaran Rekening Pelanggan

Agus Supandi. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Dompu, sudah mengajukan surat permohonan bantuan anggaran untuk subsidi pembayaran rekening pelanggan, khususnya mereka yang berpenghasilan rendah serta terdampak pandemi Covid-19. Upaya itu menyusul adanya arahan dari jajaran Sekretariat Daerah.

Direktur PDAM Dompu, Agus Supandi, SE., kepada Suara NTB di kantornya, Jumat, 18 Desember 2020 menyampaikan, sewaktu berkoordinasi soal bantuan anggaran pembelian bahan baku pengolahan air berupa karporit dan tawas beberapa waktu lalu. Plt. Sekda Dompu, Drs. H Muhibbudin, M. Si., memintanya untuk melihat regulasi atau contoh PDAM yang pelanggannya mendapat subsidi pembayaran rekening dari pemerintah daerah selama pandemi Covid-19.

Di NTB, bantuan tersebut hanya ada di Kabupaten Sumbawa Barat. Pun demikian dengan PDAM lain pada sejumlah daerah di Indonesia. “Terakhir kemarin saya ambil contoh milik PDAM Rotendao, itu diberikan oleh pemerintah kabupaten subsidi pembayaran rekening,” ungkapnya.

Atas dasar itu, pihaknya kemudian mengajukan permohonan agar pelanggan PDAM di daerah ini juga mendapat perlakuan yang sama.

Namun demikian, subsidi tersebut hanya diprioritaskan bagi kalangan tidak mampu secara ekonomi dan terdampak pandemi Covid-19. “Kita tunggu bagaimana kelanjutannya. Kalau itu disetujui, nanti pemerintah yang akan membayarkan rekening pelanggan,” jelasnya.

Selain bertujuan meringankan beban pelanggan, lanjut Agus Supandi, subsidi ini memastikan pihaknya memiliki anggaran untuk pembelian bahan baku pengolahan air, sebab beban iuran berjalan sesuai besaran pemakaian langsung masuk ke rekening PDAM. Sementara pelanggan hanya cukup menikmati pelayanan air bersih secara gratis, dalam artian ditanggung pemerintah daerah.

Harapannya, awal tahun 2021 mendatang permohonan tersebut sudah ada kejelasan terealisasi, sehingga bisa langsung dieksekusi demi peningkatan kualitas pelayanan air bersih di tengah cuaca ektrim ini. “Paling tidak harapan kami, subsidi ini bisa terealisasi awal tahun depan,” pungkasnya. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here