PDAM Dompu Belum Mampu Atasi Kekeruhan Air Pelanggan

Agus Supandi. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Dompu, masih belum mampu mengatasi persoalan kekeruhan air bersih bagi ribuan pelanggan. Kondisi itu lantas dikeluhkan masyarakat, sebab mereka harus mengeluarkan biaya tambahan pembelian air untuk keperluan rumah tangga. Belum terealisasinya bantuan anggaran pengadaan bahan baku pengelohan seperti tawas dan karporit, dianggap pemicu utama.

Direktur PDAM Dompu, Agus Supandi, SE., kepada Suara NTB, Selasa, 5 Januari 2021 menyadari bahwa kekeruhan air di tengah cuaca ekstrim ini menjadi persoalan serius di lapangan. Bahkan, tak sendikit pelanggan menjadikannya sebagai dasar untuk tidak membayar iuran pemakaian bulanan. “Memang kekeruhan ini yang menjadi kendala. Kami sudah beberapa kali bersurat ke Bupati, tapi belum ada realisasi bantuan anggaran untuk pengadaan bahan kimia,” terangnya.

Dalam surat permohonan bantuan pengadaan karporit dan tawas itu, PDAM hanya meminta alokasi anggaran untuk penanggulangan kekeruhan di tengah cuaca ekstrim ini saja, namun rupanya belum direalisasikan.

Kondisi tersebut, lanjut Agus Supandi, memastikan ribuan pelanggan di Kecamatan Woja dan Dompu, menerima pelayanan air keruh hingga beberapa bulan kedepan.

Berdasarkan hasil koordinasi terakhir dengan jajaran pemerintah daerah, Bupati dan Sekda sebetulnya memberi dukungan penuh. Hanya saja, pada tingkat DPKAD mengaharuskan sistem penganggarannya lewat penyertaan modal, itupun memerlukan Peraturan Daerah (Perda).

“Alasan DPKAD uang yang ada saat ini sudah ada pos masing-masing, sehingga untuk PDAM harus ada penyertaan modal dan butuh Perda, itu yang menjadi kesulitan kita,” jelasnya.

Jika melihat proses penyertaan modal yang membutuhkan Perda sebagai dasar utama, ia memperkirakan bantuan anggaran baru akan terealisasi di APBDP. Sedangkan untuk menanggulangi situasi saat ini, ia tak bisa berbuat banyak. Artinya pelanggan tetap akan menerima pelayanan air keruh sampai ada kepastian anggaran pembelian bahan baku pengolahan seperti karporit dan tawas. “Untuk DAM Rora masih mending, kalau tidak hujan bisa jernih. Tapi di Bendungan Kemudi, hujan atau tidak tetap terkikis lumpurnya, sehingga butuh bahan pengolahan. Tapi kaim coba komunikasikan lagi dengan pemerintah daerah,” pungkasnya. (jun)