PCBL di Mataram Diawasi dengan ’’Drone’’

0
Ilustrasi drone (Gambar oleh Thomas Ehrhardt dari Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Kota Mataram yang masih berstatus zona merah covid-19 membuat aparat Satpol PP harus selalu siaga. Pemkot Mataram sempat melakukan penutupan tempat wisata. Hal ini akan berdampak pada kegiatan lanjutan.

Kepala Satpol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati dalam rapat kerja bersama Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 di DPRD  Kota Mataram, Rabu, 1 Juli 2020 menyebutkan, kegiatan pencegahan penularan covid-19 yang akan dilakukan Satpol PP Kota Mataram, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi. Yakni, menggunakan drone (Pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh dengan menggunakan komputer atau remote control).

IKLAN

‘’Misalnya kita akan melakukan razia masker di mall, di pasar-pasar. Bahkan di pasar kita rencanakan akan menyediakan tempat sterilisasi uang cash dan lain-lain,’’ terangnya.

Bayu mengatakan, kebijakan Pemkot Mataram yang memberlakukan PCBL (Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan), cukup efektif. Apalagi sekarang, PCBL ini beriringan dengan program kampung sehat yang digelar Polda NTB melalui Polres masing-masing daerah. Dalam melakukan pemantauan PCBL, selain menggunakan drone, pihaknya juga memandang perlunya patroli sepeda.

‘’Kalau menggunakan mobil ramai-ramai, nanti masyarakat heboh dikira ada apa,’’ katanya. Meski terkesan seperti mainan, namun pemanfaatan drone dalam mengawasi PCBL diyakini akan sangat membantu. ‘’Harganya nggak mahal kok,’’ cetusnya. Karena, kata Bayu, masyarakat kalau melihat aparat berseragam masuk ke kampung-kampung akan memberi kesan yang menyeramkan.

Namun demikian, Bayu menambahkan bahwa sekarang seragam Satpol PP sudah berubah sesuai dengan arahan Mendagri. Seperti diketahui, sebelumnya seragam satpol PP berwarna hijau army, kini menjadi warna krem. ‘’Supaya lebih humanis,’’ demikian Bayu. (fit)