Payung Hukum Pembangunan Industri NTB Ditargetkan Rampung 2020

Ilustrasi pekerja industri di NTB (Sumber : Turytrip)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menargetkan payung hukum berupa Perda tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) rampung 2020 ini. Raperda sudah diajukan ke DPRD untuk dilakukan pembahasan bersama legislatif.

‘’Sudah diusulkan ke DPRD saat paripurna kemarin. Dengan adanya Perda ini, akan jelas apa industri yang dikembangkan dan di daerah mana saja,’’ kata Kepala Biro Hukum Setda NTB, H. Ruslan Abdul Gani, S.H., M.H., dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 12 Oktober 2020.

Iklan

Dengan adanya Perda ini, kata Ruslan, Pemda Kabupaten/Kota juga akan punya acuan dalam pembangunan industri di masing-masing wilayahnya. ‘’Karena itu sesuai dengan tata ruang juga. Kita mengembangkan industri. Penyusunan Raperda ini juga perintah UU,’’ jelas Ruslan.

Dengan Perda ini, lanjut Ruslan, pembangunan industri di kabupaten/kota juga akan semakin terarah. Ia menjelaskan, pembahasan Raperda ini akan dilakukan sekitar bulan Oktober – November.

Raperda yang diusulkan Pemprov NTB ini termasuk prioritas. ‘’Pembahasan di tingkat dinas sudah cukup lama. Cuma memang masuk ke DPRD baru 2020,’’ katanya.

Karena merupakan Raperda prioritas dan merupakan perintah UU. Sehingga, kata Ruslan, Raperda ini ditargetkan tuntas tahun 2020 ini.

Raperda  tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) yang diajukan Pemprov NTB terkait dengan pembangunan industri  dalam 20 tahun ke depan, yaitu 2020 – 2040.

Dalam rencana pembangunan industri di NTB 20 tahun ke depan. Pemprov membagi  menjadi tiga tahap. Tahap pertama, yaitu lima tahun pertama 2020 – 2025, tahap kedua 2025 – 2030 dan tahap ketiga 2030 – 2040.

Berdasarkan roadmap industrialisasi NTB, pada tahun 2020, komoditas yang dilakukan industrialisasi adalah jagung, sapi, unggas, garam, essen oil seperti cengkeh, kayu putih, nilam dan sereh. Kemudian pada 2021, industrialisasi komoditas rumput laut, kopi, cengkeh, cokelat, mente, kelapa dan ikan laut. Sedangkan pada 2022 – 2023 fokus pada pengembangan pohon industri 11 komoditas yang ada di NTB.

Ditambahkan, industri makanan dan minuman berdasarkan 11 komoditas yang ada di NTB. Lokasinya berdasarkan komoditi unggulan di masing-masing kabupaten/kota di NTB. Kemudian, industri otomotif dan permesinan berupa motor listrik dan permesinan STIPark NTB  berlokasi di Mataram dan Lombok Barat.

Selanjutnya, industri kimia berupa pengolahan limbah B3, pabrik cat dan turunannya berlokasi di Mataram, Lombok Barat dan Sumbawa Barat. Kemudian, industri tenun dan fashion mewujudkan NTB sebagai pusat fashion muslim dunia berlokasi di seluruh kabupaten/kota. Sedangkan industri pertambangan berupa pembangunan smelter berlokasi di Sumbawa Barat. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional