Paus ‘Sperma’ dari Australia Terdampar di Lombok Timur

Selong (Suara NTB) – Seekor Paus jenis Sperma terdampar di Pantai Tabuan Desa Kuang Rundun Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, Rabu 28 Maret 2018. Petugas bersama warga saat ini sedang mempersiapkan alat berat untuk menguburkan bangkai mamalia tersebut.

Pantauan langsung Suara NTB siang ini, bangkai paus terdampar di antara bebatuan pantai jadi tontonan warga. Bau busuk menyengat keluar dari tubuh paus yang terus mengeluarkan cairan akibat diterpa panas.

Iklan

Sebelumnya paus berada di posisi sekitar 100 meter dari bibir pantai dan semakin menepi ketika air laut pasang.

Diperkirakan, mamalia ini mati setelah menabrak karang saat migrasi dari Australia melalui Selat Lombok. Bobot diperkirakan 10 ton dengan panjang 9,5 meter.

Penuturan warga, paus awalnya ditemukan nelayan terdampar 100 meter dari bibir pantai Rabu kemarin sekitar Pukul 10.00 wita. Warga kemudian berkerumun, bahkan ada yang memotong ekor dan rahangnya. “Saking senangnya lihat paus, warga ada yang bawa chainsaw potong ekor dan rahangnya,” kata Siam, warga setempat. Namun aksi warga lain yang akan mencacah daging Paus ini berhasil dicegah petugas.

Petugas  Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) tiba di lokasi untuk mengamankan bangkai Paus agar tidak dipotong potong warga. “Sebab berbahaya, karena bangkainya mengandung bakteri,” kata Tim Respon Cepat Konservasi Jenis Ikan BPSPL Denpasar Wilayah Kerja NTB, Lalu Adrajatun kepada suarantb.com.

Dia memperkirakan paus itu berpisah dari koloninya setelah menabrak karang. “Kami cek ada bekas luka di badannya, diperkirakan nabrak karang kemudian pingsan. Beberapa jam setelah pingsan dan terdampar lalu mati,” jelasnya.

Awalnya rencana timnya akan membuang bangkai ke laut. Namun kesulitan karena kapal yang akan menyeret bangkai tidak bisa bersandar karena pantai sangat dangkal dan berbatu. Akhirnya opsi bangkai akan dikubur di daratan sekitar pantai agar bakterinya tidak menyebar. “Kami masih tunggu alat berat untuk mengubur bangkainya,” kata Lalu Adrajatun. (ars)