Patut Dicontoh, Warga Bajur Urunan Bantu Kebutuhan Hidup Keluarga Pasien Covid-19

Solidaritas, Warga yang ada di RT 7 Perumahan Lingkar Asri Desa Bajur memberikan kebutuhan sehari-hari kepada keluarga pasien covid-19 yang sedang isolasi mandiri di rumahnya. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Masyarakat perumahan Lingkar Asri, Dusun Bajur Induk, Desa Bajur kecamatan Labuapi Lombok Barat patut menjadi contoh bagi warga lain di NTB. Di tengah sebagian masyarakat mengucilkan bahkan menolak tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19 dan keluarganya. Justru masyakarat Baju memberikan support dan semangat bagi keluarga pasien positif. Mereka urunan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga pasien yang terpapar Covid-19.

Saat wartawan turun ke lingkungan RT 7 Komplek Perumahan Lingkar Asri, suasana nampak normal seperti kehidupan warga masyarakat seperti biasa. Meskipun di komplek ini ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Namun pihak lingkungan setempat tetap menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan penjagaan di pintu masuk dan menyiapkan tempat cuci tangan. Warga yang masuk ke lingkungan itu juga diharuskan menggunakan masker.

Iklan

Ketua RT 7 Perumahan Lingkar Asri Hendra Bastono yang ditemui di rumahnya, Kamis, 4 Juni 2020 menuturkan bahwa kondisi di lingkungan tidak seperti dibayangkan akan sepi karena ada pasien positif. Meskipun kediamannya berjarak satu rumah dengan pasien positif Covid-19, tak membuatnya takut. Apalagi sampai tega mengucilkan warganya. Justru dengan kondisi tersebut, kesadaran dan rasa empati serta solidaritas timbul dari masyarakat setempat.

“Kami bersama para tokoh yang ada di kompleks perumahan memberikan penjelasan kepada warga masyarakat, bahwa penyakit yang menimpa keluarga tersebut adalah musibah, bukan aib sehingga anggota keluarganya mereka yang ada di rumah harus diberikan semangat, harus diberikan support, dan harus dibantu agar mereka bisa cepat sembuh.Kita sama-sama tidak menginginkan penyakit ini, jadi anggota keluarga mereka harus kita bantu,” ajaknya.

Disebutkan sebanyak dua keluarga atau enam jiwa di lingkungan setempat sedang menjalani Isolasi mandiri setelah salah satu anggota keluarganya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan terkonfirmasi positif Covid-19, pada Jumat, 1 Juni 2020. Pasien tersebut inisial RS nomor 625. Sejak malam penjemputan anggota keluarga yang positif tersebut, warga yang ada di komplek perumahan kemudian melakukan musyawarah untuk melakukan tindakan atas adanya warga mereka yang positif.”Awalnya pasti kita kaget, tapi tidak sampai membuat kami masyarakat takut,” ujarnya.

  Minta Uang Dikembalikan, Petani di Lobar Tolak Beli Pupuk Non Subsidi

Selama keluarga pasien menjalani isolasi mandiri di rumah, warga pun kompak untuk memberikan bantuan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari anggota keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri. Tidak hanya makanan. Namun kebutuhan anak-anak mereka juga diberikan, berupa snack dan makanan ringan, bahkan ada salah satu anggota keluarga masih balita, kebutuhan susunya juga dipenuhi oleh masyarakat. “Dengan kesadaran penuh dari masyarakat, mereka membantu secara sukarela kepada tentangga mereka” ujarnya.

Tidak hanya itu, supaya tetangga mereka cepat sembuh dan merasa nyaman, warga langsung memasakkan makanan untuk keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri. Keluarga pasien positif Covid-19 yang sedang menjalani iaolasi mandiri tinggal menikmati makanan yang sudah dimasak oleh warga setempat.” Makanan yang diberikan sudah siap saji, makanan kita masak di salah satu rumah warga,” jelasnya.

Selain bantuan berupa barang, warga juga memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai, yang sudah mencapai Rp2 juta lebih. Untuk sementara waktu akibat stok sembako di rumah ketua RT masih banyak tersedia. Untuk sementara RT menyetop dulu pengumpulan bantuan untuk tetangga. Bantuan yang masih tersedia akan dihabiskan dulu. Rencananya, bantuan ini akan diberikan sampai keluarnya hasil swab enam orang anggota keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

“Kita tunggu hasil swabnya keluar, kalau hasilnya negatif, maka mereka sudah bebas,” tegasnya.

Jika bantuan yang terkumpul masih ada, maka akan disalurkan ke warga lainnya yang ada di RT sebelah. Karena di RT sebelah juga ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Desa Bajur Ahmad Husni mengaku terharu dan mengapresiasi apa yang dilakukan oleh warga yang ada di RT 7. Pasalnya, di saat orang lain takut dan mengucilkan tentangga mereka ketika ada yang terkonfirmasi positif. Malah warga di RT 7 memberikan suport, dan siap memenuhi kebutuhan anggota keluarga yang melakukan isolasi.

  Bongkar Vila dan Kabel Bawah Laut, Kasatpol PP Lobar Tunggu Perintah Bupati

“Apa yang dilakukan warga kami, sangat kami apresiasi dan mudahan bisa diikuti oleh masyarakat lainnya,” harapnya.

Karena penyakit Covid-19 ini bukan aib yang harus ditakuti, melainkan musibah. Sesuai ajaran agama, ketika ada warga yang tertimpa musibah, maka tentangga harus membantu agar bisa meringankan beban tetangganya. Jangan sampai mengucilkan apalagi memberikan stigma negatif, bahkan menjauhi tetangga karena tentu tidak bijak. Pihaknya sendiri membantu warga setempat dengan menyiapkan alat penyemprot disinfektan. Pihak desa bersama warga sudah melakukan penyemprotan di rumah pasien dan lingkungan sekitar. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here