Patuhi Permendikbud, Permasalahan PPDB Zonasi Dapat Dihindari

Mansur. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) — Permasalahan yang kerap muncul di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dianggap dapat dihindari jika pemerintah daerah (pemda) mematuhi ketentuan PPDB. Terutama terkait kuota jalur PPDB yang tertuang di Permendikbud nomor 1 tahun 2021 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.
Hal itu disampaikan Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), yang juga dari Serikat Guru Mataram, Mansur pada Selasa, 23 Februari 2021. Menurutnya, untuk PPDB tahun 2021 pemerintah daerah harus berpedoman pada Permendikbud tentang PPDB.

Dalam Permendikbud itu sudah diatur prioritas penerimaan peserta didik baru, yaitu untuk jalur zonasi SMA paling sedikit 50 persen dari daya tampung sekolah. Jalur afirmasi paling sedikit 15 persen, perpindahan orang tua paling banyak 5 persen, dan jika masih ada kuota barulah dapat menerima jalur prestasi.

Iklan

Dengan berpedoman pada Permendikbud ini, menurutnya semestinya sekolah akan memenuhi terlebih dahulu jalur zonasi yaitu minimal 50 persen dan afirmasi minimal 15 persen, dua jalur tersebut berbasis zona atau wilayah. Jika ada, dapat melayani jalur perpindahan orang tua.
Ia menyampaikan, sangat mungkin melalui tiga jalur selain jalur prestasi, sebagian besar sekolah apalagi sekolah favorit akan penuh. “Sehingga sekolah tersebut tidak perlu menerima jalur prestasi, yang biasanya diisi peserta didik dari luar zona,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. Lalu Muhammad Hidlir mengakui, perlu dimaklumi jika PPDB selalu muncul masalah. “Masalah itu tidak bisa kita hilangkan, tidak bisa kita hapus begitu saja, tetapi paling tidak kita mengurangi masalah itu,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya telah meminta masukan dari perwakilan kepala sekolah yang diwakili pengurus MKKS masing-masing kabupaten/kota di NTB mengenai petunjuk teknis (juknis) PPDB. “Misalnya dari muncul tahun kemarin, mudah-mudahan kalau tidak bisa sama sekali hilang, setengahnya hilang, itu sudah luar biasa,” ujar Hidlir. (ron)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional