Patuhi Instruksi Menteri

KETUA Dewan Pendidikan Kota Mataram, H. Adnan Muchsin, meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi dan Dikpora Kabupaten/Kota agar melaksanakan instruksi yang akan dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan terkait dengan larangan pemakaian atribut aneh-aneh saat kegiatan masa orientasi sekolah (MOS) bagi siswa baru digelar.

“Kita lihat saja nanti apakah instruksi Pak Menteri dilanggar atau ngak nanti,” terangnya pada Suara NTB beberapa waktu lalu.

Menurutnya, berkaca dari beberapa tahun terakhir, banyak kegiatan MOS tidak efektif, karena sering dijadikan sebagai ajang perpeloncoan bagi siswa baru oleh kakak-kakak kelasnya yang justru menimbulkan afek psikologis tidak baik bagi siswa baru.

Dalam pelaksanaan MOS berdasarkan instruksi menteri, ujarnya, panitia MOS yang dipegang oleh para guru tidak boleh dibumbui dengan adanya atribut-atribut yang aneh dan tidak pantas digunakan siswa baru. Karena momentum MOS sejatinya haruslah bernuansa akademis.

“Nanti menteri mau mengeluarkan edaran untuk ditindaklanjuti oleh kadis provinsi kabupaten kota bahwa nanti atribut yang aneh di pengenalan MOS tidak boleh ada, jadi apalagi kekerasan oleh kakak kelasnya tidak boleh,”  ujarnya mengingatkan.

Selain itu, Adnan menyoroti peran guru dalam proses pelaksanaan MOS sebelumnya. Dikatakannya, banyak terjadi kasus kekerasan melibatkan senior dan junior tidak terlepas dari peran guru yang tidak maksimal mengawas pelaksanaan MOS. Ia pun berharap agar ke depan para guru lebih dapat mengontrol siswa saat MOS berlangsung.

“Itu peran guru sangat penting nantinya, mereka didampingi oleh guru wakasek kesiswaan, tidak dilepas saja kepada OSIS, tidak seperti dulu tidak diawasi, tidak kayak dulu yang aneh-aneh, rambut dicepang macam-macam,” sindirnya. (dys)