PATUH: Jangan Mudah Terbujuk Jadwal Pemberangkatan Umrah

TGH Turmuzi. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pengurus Persatuan Travel Umrah dan Haji (PATUH) Provinsi NTB sudah menggelar pertemuan, membahas langkah apa yang dilakukan sementara dibukanya penyelenggaraan umrah oleh Kerajaan Arab Saudi.

Hingga saat ini, PATUH belum mendapat konfirmasi resmi adanya jadwal pelaksanaan ibadah umrah dalam waktu dekat. Untuk itu, masyarakat diminta jangan termakan rayuan sponsor yang memastikanakan memberangkatkan jamaah.

Iklan

“Sampai ada keputusan resmi dari pemerintah Arab Saudi dan pemerintah Indonesia, sebaiknya jangan ada spekulasi,” kata Ketua PATUH Provinsi NTB, TGH. Turmuzi kepada Suara NTB, Jumat, 14 Agustus 2020.

Beberapa poin disepakati dalam pertemuan dengan anggota PATUH NTB. Salah satunya program untuk mensertifikasi Tenaga Lapangan (TL) sementara masih penanganan pandemi Covid-19 ini.

“Untuk persyaratan baru TL ini harus sudah ada sertifikasi dari BNSP. Itu kita coba penuhi sementara Arab Saudi membuka kembali negaranya,” ujarnya.

Sementara menunggu turunnya informasi resmi pemerintah, TGH Turmuzi mengatakan, PATUH juga mengimbau kepada jemaah yang sudah mendaftarkan diri di travel-travel haji dan umrah agar tetap tetang.

Terindikasi ada persaingan travel umrah yang menjanjikan akan memberangkatkan jamaah pada September 2020 ini. Padahal belum ada informasi valid dari pemerintah Arab Saudi dan pemerintah Indonesia.

“Itu hanya isu-isu saja yang dikembangkan. Kalupun benar memang dibuka di awal Oktober September ini, kita sudah minta kepada teman-teman untuk memantau regulasi terlebih dahulu. Jangan sampai kita yang jadi kelinci percobaan,” imbuhnya.

TGH Turmuzi mengatakan, tentu perusahaan travel umrah seluruhnya sangat bersyukur bila benar Makkah Madinah akan dibuka untuk umrah pada September atau Oktober ini. Mengingat, pasca pandemi Covid-19, seluruh lini bisnis terhenti. Begitu juga dengan travel umrah. Kegiatan perekrutan jemaah diberhentikan. Juga layanan kepada masyarakat. beberapa diantaranya perusahaan telah mulai membuka kantor kembali. Tentunya dengan protokol Covid-19 yang ketat.

“Sekali lagi, kalaupun benar dibuka. Kita lihat dulu kebijakannya. Setelah benar-benar pasti, baru kita action total. Kita juga belum tau ini kapan situasinya akan kembali normal. Yang melaksanakan haji tahun ini kan masih orang lokal. Orang luar (luar Arab Saudi) belum diterima,” imbuhnya. Ada ribuan jumlah jemaah umrah yang masih menunggu diberangkatkan. TGH Turmuzi mengatakan, jemaah umumnya sangat faham situasi yang terjadi secara global ini. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional