Patroli Samapta Polresta Mataram, Tangkap Pengguna Narkoba

Tim Patroli Samapta Polresta Mataram kembali menangkap pria yang nongkrong di pinggir jalan diduga penyalahguna narkoba, Rabu, 4 Maret 2020 dini hari.  (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Patroli Samapta Polresta Mataram kembali menciduk anak nongkrong yang terlibat narkoba. Kali ini, dua orang diangkut karena kedapatan punya sabu. Mereka sedang nongkrong di tepi jalan.

Kasat Samapta Polresta Mataram AKP Gede Sumadra mengatakan operasi dini hari memang ditingkatkan. Salah satu sebabnya yakni peredaran narkoba yang tidak lagi sembunyi-sembunyi.

Iklan

“Hasilnya dua orang yang kita duga memiliki narkoba. Sudah kita amankan,” ujarnya Rabu, 4 Maret 2020.

Mereka yang diamankan itu adalah hasil patroli rutin pada dini hari itu. Tim patroli menangkap YR di Jalan Rajawali, Cakranegara, Mataram. tepatnya di emperan toko alat tulis. Malam harinya jalan itu ramai pedagang buah. YR gelagapan saat didatangi tim patroli bersepeda motor.

“Sempat dia mau kabur tapi bisa kita hentikan,” kata Sumadra.

Aksi YR itu malah membuat kecurigaan meningkat. Tidak salah duga, YR mengantongi satu poket sabu. Belakangan setelah ditimbang beratnya 0,44 gram. Poketan ditemukan di saku celananya. “Dia baru pulang dari membeli di Karang Bagu,” ungkap Sumadra.

Setelah diusut lagi, YR buka suara. Dia menyebut membeli pada seorang pengedar berinisial DL. YR menukar sabu dengan uang Rp100 ribu.

“Dia sudah beli dua kali,” bebernya.

Perjalanan tim patroli belum berhenti. Orang dengan gelagat yang sama ditemukan di Jalan Pancausaha, Cilinaya, Cakranegara, Mataram. Pepatnya di ruko belakang pusat perbelanjaan yang mengarah ke Jalan Palapa. Awalnya, pria yang berinisial WS santai duduk nongkrong.

Begitu tim patroli datang, lagaknya pun ingin beranjak kabur. “Kita geledah, ada sabunya,” ucap Sumadra.

Sabu satu poket itu beratnya 0,4 gram. Dua orang yang diduga memiliki sabu itu penanganannya diserahkan ke Satresnarkoba Polresta Mataram. “Patroli ini akan kita tingkatkan. Khususnya di daerah-daerah yang menurut analisa masuk daerah rawan,” pungkas Sumadra. (why)