Pathul-Nursiah Janji Kompak Sampai Selesai

Bupati Loteng H.L. Pathul Bahri saat tiba di kantor Bupati Loteng dengan disambut para pejabat dan ASN lingkup Pemkab Loteng, usai dilantik bersama Wabup Loteng, H.M. Nursiah, Jumat, 26 Februari 2021. (Suara NTB/kir)

Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng), H.L. Pathul Bahri, S.IP., – Dr. H.M.Nursiah, S.Sos.M.Si., resmi dilantik, Jumat, 26 Februari 2021. Pasangan politisi  birokrat ini menegaskan komitmennya untuk tetap akur sampai masa jabatan usai.

“KAMI tidak mau kebersamaan sebagai kepala daerah berlangsung singkat. Komitmen kami, tetap kompak sampai selesai,” tegas Bupati Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP.

Iklan

Pihaknya tidak ingin seperti beberapa kasus pasangan kepala daerah lain yang pecah di tengah masa jabatan. Bahwa apapun yang terjadi pasangan Pathul-Nursiah harus tetap kompak.  Menurutnya, hanya dengan bersatu, pembangunan di Loteng bisa berjalan dan sukses. Terlebih masa jabatan kepala daerah kali ini cukup singkat, hanya sekitar 3,5 tahun. Namun baginya itu bukan jadi soal, karena yang paling utama ialah bagaimana bisa bekerja maksimal bagi masyarakat dan daerah ini.

“Perkara nanti Pak Nursiah akan maju kembali sebagai kepala daerah itu urusan nanti. Yang penting sekarang bagaimana kami bisa bekerja maksimal membangun daerah dan tetap kompak hingga masa jabatan usai,” tegas Ketua DPC Partai Gerindra Loteng ini.

Lontaran senada juga disampaikan Wabup Loteng, Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., di tempat yang sama. Soal gaya kepemimpinan, pihaknya akan membangun kepemimpinan yang simetris dengan tetap mengedepankan azas kebersamaan. “Setiap ada persoalan dibahas dan diselesaikan secara bersama,” tandasnya.

Benahi Pelayan Publik

Disinggung program awal kepemimpinan, Pathul menegaskan sudah menyiapkan program 100 hari pertama dengan fokus utama pada pembenahan kualitas pelayanan publik serta birokrasi. Harapannya, kualitas pelayanan publik di daerah ini bisa semakin baik, sehingga kinerja birokrasi juga bisa lebih maksimal.

Bentuk implementasinya, nanti pihaknya akan berbagi tugas untuk berkantor di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik. Seperti di Dinas Kepedudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya. “Selain untuk mengetahui bagaimana kondisi pelayanan publik lebih dekat, sekaligus kita pelajari dan evaluasi pelayanan publik di daerah ini,” terangnya.

Menyinggung penataan birokrasi, mantan Wakil Ketua DPRD Loteng ini meminta birokrat Loteng tetap tenang dan jangan ragu. Profesionalisme menjadi roh utama dalam penataan birokrasi di daerah ini, khususnya terkait penempatan para pejabat. Pihaknya memastikan tidak ada istilah balas dendam maupun balas jasa politik. “Semua (penempatan pejabat) kita lakukan atas prinsip-prinsip profesionalisme dan kebersamaan,” tandasnya.

Karena itulah kunci membangun Loteng. Soal perbedaan pilihan dan sikap politik pada pemilihan kepala daerah (pilkada) yang baru lalu, itu sudah lewat. Yang penting sekarang bagaimana semua birokrasi Loteng bersatu mengawal dan menjalankan visi misi untuk mewujudkan Loteng yang “Bersatu Jaya”. (kir)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional