Pasutri Pengedar 5,95 Gram Sabu Dibekuk Polisi

Hj (40) terduga pengedar narkotika jenis sabu di Desa Rai Oi Kecamatan Sape, saat diamankan di Mapolres Bima Kota, Senin, 23 Agustus 2021.(Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Pasangan suami istri (Pasutri) di Desa Rai Oi Kecamatan Sape Kabupaten Bima, dibekuk Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bima Kota, Minggu, 22 Agustus 2021 Pukul 17.00 Wita. Pasutri inisial Hj (40) Kn (43) diduga menjadi dalang peredaran narkotika jenis sabu dan tramadol. Dari tangan keduanya polisi menyita 5,95 gram sabu, 28 butir tramadol serta uang tunai jutaan rupiah.

Kasubbag Humas Polres Bima Kota, Iptu Jufri kepada Suara NTB, Senin, 23 Agustus 2021 menyampaikan, tertangkapnya pasutri pengedar barang haram ini buah tindak lanjut polisi, terkait laporan warga yang mencurigai rumah keduanya kerap dijadikan pusat transaksi dan pesta sabu-sabu.

Iklan

Informasi yang diperoleh siang kemarin, langsung disikapi pimpinan dengan mengerahkan tim untuk melakukan penyelidikan. “Salah satu rumah warga di Dusun Rai Oi informasinya kerap jadi tempat transaksi sabu-sabu, makanya anggota dikerahkan ke TKP,” terangnya.

Setelah melakukan pengembangan informasi di TKP, sekitar Pukul 17.00 Wita Tim Opsnal Satresnarkoba berhasil mengamankan sepasang suami istri yang kebetulan berada di halaman samping rumahnya.

Seperti biasa, lanjut Jufri, anggota kemudian memanggil warga sekitar untuk menyaksikan proses penggeledahan badan dan isi rumah yang bersangkutan. Selain 28 butir tramadol, tim menemukan 24 poket plastik klip berisi sabu di kamar tidur dan pakaian dalam sang istri. “Berat bersih sabu keselurahan ada 5,95 gram,” ujarnya.

Disamping sabu dan tramdol, polisi menemukan bukti lain yang menguatkan dugaan bahwa pasutri ini merupakan dalang peredaran sabu di Desa Rai Oi. Seperti 4 lembar plastik klip kosong, 2 bungkus plastik klip, 1 buah sumbu, 4 buah korek api, 3 buah kartu ATM dan uang tunai Rp3.149.000.

Berbekal temuan tersebut Hj dan Kn langsung digiring ke mapolres untuk proses hukum lebih lanjut. Hanya saja, dalam upaya ini ada reaksi perlawanan dari pihak keluarga. Mereka meminta Hj dibawa sedangkan Kn tidak ikut serta.

Mempertimbangkan keamanan anggota di lapangan, Kasat Narkoba Iptu Tamrin, S. Sos., kemudian meminta proaktif pihak keluarga agar membawa Kn di hari berikutnya. “Saat ini hanya Hj bersama barang bukti yang sudah diamankan di mapolres untuk proses hukum,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional