Pasutri Pengedar 2,93 Sabu Dibekuk Polisi

Pasutri pengedar sabu asal Kelurahan Tanjung, Ik (37) dan Fb (24) saat diamankan di Mapolres Bima Kota, Minggu, 25 April 2021.(Suara NTB/Polres Bima Kota)

Bima (Suara NTB) – Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bima Kota, kembali mengungkap jaringan pengedar gelap narkotika jenis sabu. Kemarin, Sabtu, 24 April 2021 Pukul 16.00 Wita, giliran Pasangan Suami Istri (Pasutri) inisial Ik (37) dan Fb (24). Dalam penguasaan kedua warga Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat ini, polisi menyita 2,93 gram sabu-sabu.

Kasubag Humas Polres Bima Kota, Iptu Jufrin kepada Suara NTB, Minggu, 25 April 2021 menyampaikan, tertangkapnya pasangan pengedar barang haram ini buah informasi warga, terkait maraknya transaksi jual beli dan pesta sabu di rumah yang bersangkutan, tepatnya di RT 01 Kelurahan Tanjung.

Iklan

Oleh anggota informasi tersebut langsung dikoordinasikan dengan pimpinan, hingga diperintahkan untuk melakukan penyelidikan. “Atas perintah pimpinan tim kemudian bergeser untuk penyelidikan di TKP,” ungkapnya.

Upaya pengembangan informasi guna memastikan laporan warga itu, tak memakan waktu yang lama. Karenanya, tiba di TKP anggota langsung menciduk Ik dan Fb di salah satu kamar.

Temuan itu lantas dilanjutkan dengan menunjukkan surat perintah tugas serta memanggil warga sekitar untuk menyaksikan penggeledahan. Dalam proses ini, lanjut Jufrin, polisi menemukan selembar plastik klip berisi sabu-sabu seberat 2,93 gram.

Selain itu terdapat bukti penguat bahwa pasutri ini merupakan pengguna sekaligus pengedar, seperti 1 buah timbangan sabu elektrik, 1 lembar klip kosong, 1 buah rangkaian bong, 2 buah sumbu, 4 buah hendpon serta bukti lain dan uang tunai Rp3.115.000. “Setelah penggeledahan dilakukan anggota, terbukti yang bersangkutan merupakan pengedar sabu,” jelasnya.

Selain menjadi pengedar sabu di wilayah kota. Salah seorang dari mereka yakni Ik, merupakan residivis kasus serupa. Karenanya, ia bersama barang bukti dan sang istri langsung digiring ke Mapolres Bima Kota, untuk proses hukum lebih lanjut. Termasuk keperluan mengungkap jaringan pengedar dan pengguna barang haram lain. “Saat ini pelaku sudah di ruang satresnarkoba untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional