Pasutri Pengedar 13,53 Gram Sabu Dibekuk Polisi

Dompu (Suara NTB) – Pasangan Suami Istri (Pasutri) di Kelurahan Bada akhirnya dibekuk polisi, Rabu, 25 November 2020 Pukul 19.35 Wita. Meraka MD (43) dan SF (38). Keduanya ditangkap atas dugaan mengedarkan sabu seberat 13,53 gram.

Kasat Narkoba Polres Dompu, Iptu Tamrin, S. Sos., melalui Paur Subbag Humas Aiptu Hujaifah dikonfirmasi Suara NTB menyampaikan, tertangkapnya sepasang suami istri ini buah tindak lanjut polisi atas informasi warga, terkait dugaan mereka memiliki, menyimpan dan menguasai barang haram itu untuk diedarkan.

Upaya pembuktian dilakukan anggota dengan memantau aktifitas transaksi di rumah yang bersangkutan. “Hasil penyelidikan ditemukan fakta yang memperkuat informasi tersebut. Sehingga Kasat Narkoba langsung memimpin anggotanya untuk melakukan penangkapan,” terangnya.

Dalam pengungkapan aksi melawan hukum yang dilakukan keduanya, polisi langsung mendatangi rumah mereka di Bada. Awalnya, lanjut Hujaifah, tidak ditemukan reaksi perlawanan sedikitpun, tetapi setelah membaca surat perintah tugas sang suami yakni MD seketika berontak. Bahkan terlihat spontan membuang dompet hitam pada pot bunga yang berada disamping pintu rumahnya.

Mendapati reaksi tersebut, tim lantas memanggil sejumlah warga untuk menyaksikan proses penggeledahan. Terutama pada dompet yang dicurigai terdapat sabu-sabu. “Setelah dompet itu dibuka, anggota menemukan 16 gulung plastik transparan yang berisi kristal bening sabu dengan berat 13,53 gram,” jelasnya.

Selain temuan kepemilikan sabu, bukti lain yang menguatkan dugaan bahwa pasutri tersebut merupakan pengedar, diantaranya terdapat 5 buah korek api, 2 buah tabung kaca, 5 buah pipet, 1 buah kartu dan buku rekening yang tersimpan diatas meja ruang tamu.

Temuan lain berada di lemari, seperti 1 buah gunting, 1 buah pisau, 3 buah hendpon dan uang tunai Rp30 ribu. Berbekal bukti-bukti yang ada, MD dan SF langsung digiring ke mapolres untuk proses hukum lebih lanjut. “Keduanya bersama barang bukti saat ini sudah diamankan untuk proses hukum dan pengembangan penyelidikan,” pungkasnya. (jun)