Pasutri Borong Ekstasi

Mataram (Suara NTB) – Pasangan suami istri ditangkap polisi atas dugaan peredaran pil koplo. Mereka yang digerebek di Perumahan Lingkar Harmoni, Pagutan, Mataram diamankan bersama seorang kurir. Tiga orang itu antara lain, LN (39) bersama istrinya, VS (30) warga asal Turida, Sandubaya dan RA (27), warga Bintaro, Ampenan.

Dalam penggerebekan ketiganya, polisi sempat kewalahan. Sebabnya, pelaku sempat mencoba untuk menghilangkan barang bukti.

Iklan

“Barang bukti pil ekstasi sempat dibuang ke dalam kloset. Setelah disiram beberapa kali, pil yang disimpan di dalam plastik itu akhirnya dapat kita ambil,” terang Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTB, AKBP Cheppy Ahmad Hidayat, Jumat, 9 Februari 2018.

Pasutri yang mengontrak rumah di perumahan tersebut kedapatan baru selesai mengonsumsi pil di dalam kamarnya. Tim kemudian menggedelah isi kamar.

Sementara, satu orang baru keluar dari kamar mandi. Rupanya dia baru membuang satu kantong kain berisi dua poket pil ekstasi ke dalam kloset. “Dia berniat untuk menghilangkan barang bukti,” kata Cheppy. Kantong kain itu berhasil diselamatkan.

Setelah dibuka isinya, satu poket berisi pil ekstasi warna merah muda berlogo mickey mouse, satu poket berisi empat pil ekstasi, dan poket lain yang berisi sabu. Kemudian dari dalam lemari, lantai kamar kosong, halaman belakang, dan di dalam jok sepeda motor ditemukan barang lain terkait narkotika.

Diantaranya, alat hisap dari bekas botol minuman, timbangan elektronik, korek api, gunting dan sendok.

“Totalnya barang bukti inex atau ekstasi sebanyak 23,5 butir, sabu enam poket seberat 2,41 gram, dan uang tunai Rp 13,56 juta,” jelas Cheppy.

Pasutri itu berperan sebagai pembeli barang sementara RA datang ke rumah tersebut untuk mengantarkan barang.

Mereka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 dan atau pasal 132 ayat 1 UU RI No 35/2009 tentang Narkotika. (why)