Pasukan Zeni TNI Ditarik, 202.987 Unit Rumah Korban Gempa Tuntas

RTG jenis Rika di Lombok Utara yang sedang dalam proses penyelesaian. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pasukan Zeni TNI yang membantu penanganan rehab rekon pasca gempa di NTB ditarik, penanganan kini terpusat di pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten dan Kota serta BPBD Provinsi NTB. Upaya  percepatan terus menerus dilakukan  untuk mengejar penanganan sebanyak 202.987 unit yang ditetapkan melalui reviu Inspektorat Utama (Irtama) BNPB.

Catatan BPBD NTB, total capaian progres rumah tertangani dari tanggal 31 Desember 2019 sampai dengan tanggal 24 Februari 2020, mencapai 14.114 KK. ‘’Ini meningkat sebanyak  6,4 persen, sehingga naik dari 188.868 unit menjadi 202.982 unit atau sudah mencapai 89,74 persen,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos, MH, Selasa, 25 Februari 2020.

Iklan

Sebelumnya, 31 Desember 2019 capaian progres Fisik 100 persen sebanyak 135.401 KK atau 60.85 persen, dengan rincian rumah Rusak Berat sebanyak 40.134 KK  atau 53.37 persen, rumah Rusak Sedang sebanyak 20.570 KK  atau 62.66 persen dan rumah Rusak Ringan sebanyak 74.697 KK atau 65.23 persen.

Disebutkan, pada tahap pelaksanaan pembangunan dan perbaikan  atau yang sedang on progres  sebanyak 53.467 KK  atau 24.03 persen. Dengan rincian untuk rumah Rusak Berat sebanyak 29.791 KK  atau 39,62 persen, Rusak Sedang 5.602 KK  atau 17.06 persen, Rusak Ringan sebanyak 18.074 KK  atau 15.78 persen.

Sedangkan pada tahap perencanaan sebanyak 11.220 KK  atau 5.04 persen, dengan rincian untuk rumah Rusak Berat 839 KK  atau 1,12 persen, Rusak Sedang 3.206 KK atau 9,77 persen, Rusak Ringan 7.175 KK atau 6,27 persen.

Ahsanul Khalik menambahkan, untuk update progres sampai dengan tanggal 25 Februari 2020  capaian progres fisik 100 terus meningkat sebanyak 160.262  KK  atau 70.85 persen.

Rinciannya, rumah Rusak Berat sebanyak 50.034 KK atau 66.97 persen, rumah Rusak Sedang sebanyak 24.800 KK  atau 68,30 persen dan rumah Rusak Ringan sebanyak 85.428 KK  atau 74.17 persen.

 Sedangkan pada tahap pelaksanaan pembangunan dan perbaikan  atau on progres  sejumlah 42.725 KK  atau 18,89 persen. Dengan rincian, untuk rumah Rusak Berat sebanyak 21.639 KK  atau 28,97 persen, Rusak Sedang 5.259 KK  atau 14,48 persen, Rusak Ringan 15.827 KK  atau 13.74 persen.

Disinggung juga soal sisa waktu masa transisi darurat yang akan berakhir pada 31 Maret 2020 mendatang. Artinya, masih ada rumah yang belum tuntas harus dikebut. Dengan rincian, sebanyak 3.335 unit Rusak Berat, 6.407 unit Rusak Sedang dan 14.019 unit Rusak Ringan.

“Ini belum dikerjakan dan sedang dalam perencanaan akan dilakukan percepatan, khususnya di Lombok Utara dan Lombok Tengah dan Lombok Timur,’’ katanya.

Dia juga sangat banyak berharap, agar percepatan dan peningkatan progres dimaksimalkan para fasilitator, baik sipil, TNI, dan Polri.

‘’Di samping melakukan pendampingan dalam hal perencanaan, pendebetan dan pencairan juga kita minta membantu dan melakukan pendampingan percepatan LPJ Pokmas, sebagai bukti pertanggungjawaban penggunaan dana stimulan,’’ jelasnya.

Menurutnya, dalam situasi ini semakin optimis dapat menuntaskan rehab rekon pada akhir maret 2020, karena akan ada bantuan 1000 orang pasukan zeni TNI kembali masuk ke NTB pada awal maret 2020. (ars)