Pasukan Zeni Digenjot Bantu Selesaikan Sisa RTG

0
Ahmad Rizal Ramdhani. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Masa transisi rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa Lombok 2018 diperpanjang sampai 31 Desember. Pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) sudah mencapai 95,7 persen. Perpanjangan masa transisi ini memberi ruang lapang percepatan pembangunan kembali rumah warga terdampak gempa. 1.000 pasukan Zeni TNI AD masih tersedia untuk tenaga bantuan.

Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan, laju pembangunan RTG melalui aplikator sudah berjalan baik. Tinggal yang dari swakelola masyarakat yang masih terhambat di bank.

IKLAN

“Dengan adanya Inpres ini, bisa segera dicairkan, segera beli material, segera bangun. Pasukan kami sudah siap. Semuanya seribu orang ada di Lombok Utara,” ujarnya ditemui Rabu, 26 Agustus 2020 kemarin.

Rizal menjelaskan, pembangunan RTG khusus rumah rusak berat sudah mencapai 99 persen. rumah rusak berat sebelumnya memang diprioritaskan agar warga terdampak tidak lama tinggal di hunian sementara. Sisa pembangunan yang dikebut saat ini pada rumah rusak sedang serta penambahan data rumah rusak lebih kurang 17.000 unit.

“Kita sudah perintahkan Dansektor, dalam hal ini Dandim di wilayah terdampak, untuk segera action,” tegasnya.

Danrem mengungkap lima bulan belakangan ini pencairan dana pembangunan sempat terhambat. Ihwalnya, dasar hukum. Hal itu sudah terjawab dengan terbitnya Inpres No7/2020 tentang tentang Percepatan Penyelesaian Perbaikan dan Pembangunan Kembali Rumah Masyarakat Pada Wilayah Terdampak Bencana Gempa Bumi di NTB.

“Sekarang mulai Sprin (surat perintah)-kan PPK, sprin-kan fasilitator. Tindaklanjuti pencairan bank. Selama belum keluar Inpres ini, aplikator tanggulangi pembelian material. dalam waktu dekat ini bisa lebih cepat lagi karena sudah ada Inpres,” kata Rizal.

Demikian juga halnya dengan penyusunan Laporan Pertanggunjawaban penggunaan dana bantuan masing-masing Pokmas. Danrem menyebut, LPJ di bawah koordinasi Kepala Pelaksana BPBD masing-masing kabupaten/kota terdampak. Sebelumnya di bawah Koordinator Provinsi.

“Mudahan sesuai dengan rencana September nanti sudah tuntas LPH tersebut untuk yang review Irtama (BNPB) yang 226.024 unit,” sebut Danrem.

Berdasarkan catatan BPBD Provinsi NTB per-25 Agustus 2020, dana bantuan rehab rekon pascagempa Lombok yang sudah disalurkan sebesar Rp5,681 triliun. Sebanyak 202.831 rumah rusak selesai diperbaiki. Diantaranya, 67.987 rumah rusak berat; 30.787 rumah rusak sedang; dan 104.057 rumah rusak ringan. Sementara yang masih dalam pengerjaan sebanyak 10.909 unit. Terdiri dari 6.720 rumah rusak berat; 1.655 rumah rusak sedang; dan 2.534 rumah rusak ringan. (why)