Pasokan Kebutuhan Pokok Melambat

H. Fathul Gani (Suara NTB/dok)

MESKI harga kebutuhan bahan pangan di NTB pada saat ini cenderung stabil, kenaikan pada bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah masih dirasakan. Apalagi, pasokan barang kebutuhan pokok dari luar NTB sedikit melambat, sehingga berpengaruh pada stok barang di dalam daerah.

Melambatnya pasokan barang kebutuhan ini menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB Drs. H. Fathul Gani, M.Si., adanya pembatasan atau penyekatan yang dilakukan di beberapa titik jalan utama akibat larangan mudik pada Idul Fitri tahun ini. Penyekatan atau pembatasan bepergian ini untuk meminimalisir penularan Covid-19 di Indonesia.

Iklan

“Kenaikan memang dirasakan saat puasa dan menjelang Idul Fitri. hal ini lebih disebabkan pasokan barang kebutuhan yang sedikit melambat akibat pembatasan atau penyekatan yang terjadi pada beberapa titik jalan  utama sebagai akibat larangan mudik atau menyeberang antar pulau,” ujarnya pada Suara NTB, Selasa, 18 Mei 2021.

Begitu juga harga daging sapi dan ayam serta telur cenderung fluktuatif. Menurutnya, fluktuatifnya harga daging, ayam dan telur sangat wajar, karena permintaan yang cukup tinggi di saat puasa maupun menjelang Idul Fitri beberapa waktu lalu.

Pihaknya memprediksi fluktuatifnya harga ini akan terus terjadi sampai datangnya Lebaran Ketupat, yang merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan atau dirayakan, terutama di Pulau Lombok.

Untuk itu, dalam mengatasi masih mahalnya harga kebutuhan pokok, pihaknya rutin menggelar pangan murah bekerjasana dengan instansi terkait seperti Dinas Perdagangan Provinsi NTB serta Dinas Ketahan Pangan Kabupaten dan Kota Se NTB, sehingga mampu  menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Selain itu, tambahnya, guna tetap menjaga ketahanan pangan, pola pendekatan keluarga menjadi pilihan yang sangat rasional. Dalam hal ini, pihaknya meminta masyarakat atau warga yang memiliki lahan dan pekarangan untuk dimanfaatkan. Tidak hanya lahan pekarangan, lahan-lahan kosong milik publik bisa dimanfaatkan untuk hal-hal produktif yang dapat menghasilkan kebutuhan sayuran-sayuran serta buah-buahan secara mandiri. (ham)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional