Pasok Produk JPS PPKM NTB, Pemprov Libatkan 10.000 UMKM Lokal

Hj. Eva Dewiyani (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov berencana membagikan 20.000 paket Jaring Pengaman Sosial (JPS) PPKM NTB mulai Jumat, 6 Agustus 2021. Paket JPS PPKM NTB berisi produk-produk lokal. Untuk memasok produ-produk dalam paket JPS PPKM NTB, Pemprov melibatkan 10.000 UMKM lokal.

‘’Saya minta Dinas Perindustrian siapkan 5.000 UMKM. Kemudian Dinas Koperasi UKM juga 5.000 UMKM. Sehingga 10.000 UMKM yang dilibatkan,’’ sebut Koordinator JPS PPKM NTB, Hj. Eva Dewiyani, S.P., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Rabu, 4 Agustus 2021.

Iklan

Eva menjelaskan, JPS PPKM NTB bertujuan untuk membantu masyarakat atau pedagang kaki lima (PKL) yang terkena dampak penerapan PPKM. Dengan memberikan bantuan sembako yang berisi beras, kopi atau teh, telur, ikan kering atau abon yang merupakan produk-produk lokal.

Selain memberikan bantuan sembako, harapannya dengan menggunakan produk-produk lokal. UMKM yang ada di NTB juga terbantu karena produknya terbeli.

Kepala Biro Perekonomian Setda NTB ini mengatakan bantuan 20.000 paket JPS PPKM NTB ini merupakan kolaborasi secara gotong royong BUMD, Baznas dan dunia usaha yang ada di NTB. Ia menyebutkan, hingga Rabu, 4 Agustus 2021, sudah terkumpul 14.000 paket.

Berasal dari PT. Gerbang NTB Emas, salah satu BUMD milik Pemprov NTB yang menyiapkan 2.000 paket. Kemudian, BUMD Pemprov NTB lainnya, yaitu PT. Bank NTB Syariah sebanyak 10.000 paket.

Selanjutnya, Baznas NTB sebanyak 2.000 paket. Masih ada kurang sekitar 6.000 paket. Namun, kata Eva, sudah ada komunikasi dengan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang akan menyiapkan sebanyak 6.000 paket. “Kita sedang komunikasi dengan AMNT, ada respons juga sebanyak 6.000 paket,” tuturnya.

Eva menjelaskan sasaran pemberian JPS ini adalah PKL dan masyarakat terdampak lainnya. Berdasarkan informasi dari Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) NTB, jumlah PKL di daerah ini sebanyak 20 – 25 ribu. Namun, pihaknya baru menerima data sebanyak 6.000 PKL.

‘’Data yang baru masuk 6.000 PKL. Nanti kita sandingkan dengan data Dukcapil dan Dinas Sosial. Jadi bisa tersebar ke semua lapisan masyarakat di NTB. Jadi bukan saja APKLI saja, semua masyarakat terdampak,’’ terangnya.

Mantan Sekretaris Bappenda NTB ini mengatakan paket sembako yang diberikan senilai Rp50 ribu. Berisi beras 2,5 kg, kopi atau teh, telur, ikan atau abon.

Pihaknya mendorong Pemda Kabupaten/Kota juga membantu usaha kecil yang terkena dampak pandemi. Dengan memberikan bantuan sembako yang berisi produk-produk UMKM lokal. Sehingga, UMKM lokal juga diberdayakan di tengah situasi seperti saat ini.

‘’Kita memberikan contoh dulu. Sama seperti TPP beras ASN. Baru ada contoh, baru diikuti kabupaten/kota. Kemarin juga saya kontak Asisten II Setda Lombok Tengah begitu,’’ terangnya. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional