Paslon Dilarang Cantumkan Foto Kepala Daerah

M. Husni Abidin.(Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengingatkan pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Mataram, agar tidak mencantumkan foto tokoh berpengaruh seperti kepala daerah, tokoh agama dan kepala negara di alat peraga kampanye (APK) dan bahan kampanye.

Jika ditemukan pelanggaran maka menjadi kewenangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengeluarkan rekomendasi untuk menertibkan. “Foto kepala daerah tidak boleh. Kecuali dia mewakili partai politik,” kata Ketua KPU Kota Mataram, M. Husni Abidin.

Iklan

Husni mencontohkan misalnya pasangan calon yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan kemudian meletakkan foto Megawati Soekarno Putri, tidak menjadi masalah. Sebab, Megawati merupakan pimpinan partai. Demikian juga dengan foto pimpinan partai lainnya. “Yang tidak boleh itu kalau menyangkut jabatannya. Misalnya, foto Pak Wali ditaruh. Kita akan lihat ini kapasitasnya sebagai pimpinan partai atau jabatan publiknya. Kalau jabatan publik akan diturunkan,” tegasnya.

Paslon dapat menaruh nama, visi – misi, logo partai politik pengusung, foto paslon di APK maupun BK. Sementara, partai non parlemen tidak diperkenankan dicantumkan karena sifatnya hanya sebagai pengusul. “Partai non parlemen tidak boleh dicantumkan karena mereka hanya pengusul, bukan pengusung,” jelasnya.

KPU memfasilitasi lima baliho untuk masing – masing calon dengan ukuran 3×5 meter. Pemasangan APK ini juga akan ditentukan. Sementara, 10 APK lainnya disiapkan oleh paslon. Hanya saja kata Husni, foto paslon yang akan dinaikkan ke APK dan BK belum final karena paslon belum memutuskan foto yang digunakan. “Hari ini terakhir untuk mengirim foto yang akan dipasang di APK dan BK,” sebutnya.

Husni mempersilakan masing – masing paslon mencetak APK dan BK serta memasang di titik yang telah ditentukan berdasarkan SK yang telah diterbitkan. Dia mengingatkan kembali bahwa APK tidak boleh dipasang di sepanjang Jalan Langko, Udayana, Pejanggik dan Selaparang. (cem)