Pasien Reguler di RSUD Mataram Kembali Normal

Suasana pelayanan pasien di RSUD Kota Mataram, Jumat, 11 September 2020. Pasien reguler mulai kembali berobat mengunjungi fasilitas kesehatan setelah pasien Covid-19 berkurang.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Tingkat kunjungan pasien reguler di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram mulai kembali normal. Di mana rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut saat ini dapat melayani hingga 600 orang pasien reguler per hari.

Direktur RSUD Kota Mataram, dr. Lalu Herman Mahaputra, menerangkan saat pandemi virus corona (Covid-19) memaksa rumah sakit mengurangi beberapa layanan pasien reguler, tingkat kunjungan di RSUD Mataram sempat menurun hingga 70 persen. “Saat pandemi itu sekitar 150 – 200 orang (pasien) per hari,” ujarnya, Jumat, 11 September 2020.

Iklan

Hal tersebut berpengaruh langsung pada pendapatan rumah sakit, terutama yang datang dari pasien BPJS Kesehatan. Menurut dr. Jack, sapaan akrabnya, saat pandemi pendapatan rumah sakit dari pasien reguler hanya mencapai 30 persen, atau sekitar Rp4 – 5 miliar. “Kemarin ada akumulasi dari yang sebelumnya, ada yang masih sisa. Itu saya tanda tangan (klaim pasien BPJS) Rp11 miliar, biasanya Rp12-13 miliar,” jelas dr. Jack.

Untuk mengakomodir peningkatan jumlah pasien reguler tersebut, pihaknya juga kembali mengubah pola pemanfaatan fasilitas di RSUD Mataram. Antara lain alih fungsi Graha Mataram yang sebelumnya diperuntukkan bagi pasien Covid-19 kembali menjadi tempat pelayanan pasien biasa.

Menurut dr. Jack, peningkatan jumlah kunjungan pasien tersebut perlu didukung dengan inovasi dari rumah sakit. Pasalnya, sejak pembatasan pelayanan pasien reguler diterapkan karena fokus pada penanggulangan pasien Covid-19, kepercayaan masyarakat untuk berobat ke rumah sakit diakui menurun akibat takut tertular virus tersebut.

“Sekarang ini kita perang inovasi. Bagaimana menciptakan suasana yang nyaman dan kepercayaan masyarakat untuk berobat ke rumah sakit bisa kembali,” jelasnya. Dicontohkan, beberapa yang diterapkan pihaknya seperti menghubungi pasien-pasien yang terdata di RSUD NTB dan telah lama tidak melakukan pemeriksaan kesehatan.

Menurutnya, pandemi Covid-19 belum akan selesai dalam waktu dekat. Karena itu, penyesuaian-penyesuaian di berbagai bidang, termasuk kesehatan, perlu segera dilakukan untuk mengantisipasi dampak lainnya dari pandemi yang terjadi.

“Kita perlu yakinkan masyarkaat jangan takut ke rumah sakit. Karena kasihan kalau masyarakat sampai takut. Misalnya orang (dengan penyakit) diabetes itu yang berat. Dia harus dapat obat, dan injeksi. Kalau obat memang bisa dipesan-pesan barangkali, tapi injeksi dia harus ke rumah sakit,” ujar dr. Jack.

Selain itu, doker Jack juga mencoba memfasilitasi live music dengan mendatangkan grup band untuk memberi hiburan di area rumah sakit untuk memberi rasa nyaman kepada pengunjung dan pasien yang sedang menjalani perawatan.

“Musik itu bisa membuat orang nyaman. Kita tidak terlalu memikirkan covid, tapi protokol tetap kita jalankan, itu pasti,” ujarnya. Live music tersebut mengambil tempat di samping ruang layanan poliklinik RSUD Mataram. “Ini juga menjadi salah satu inovasi untuk meningkatkan kunjungan pasien reguler setelah pasien Covid-19 mulai menurun,” tandasnya. (bay)