Pasien Reaktif Covid-19 di Lotim Didominasi Pelajar

Infografis

Selong (Suara NTB) – Kasus penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus melandai. Tercatat jumlah masyarakat yang masih menjalani isolasi sebanyak 47 orang dari jumlah 278 orang dan reaktif 38 orang. Untuk yang reaktif ini masih didominasi oleh kalangan pelajar dan mahasiswa.

Dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 25 Agustus 2020, Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, H. Pathurrahman, M.Kes, mengatakan, jumlah masyarakat dan mahasiswa yang sudah menjalani rapid test per tanggal 25 Agustus 2020 sebanyak, 1.530 orang. Terdapat 38 orang reaktif atau 2,4 persen. Terhadap yang reaktif ini, gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Lotim bekerjasama dengan Puskesmas untuk pemantauan selanjutnya.

Iklan

“Kumulatif yang reaktif sampai hari ini 38 orang dengan sebagian besar mahasiswa dan pelajar,”terangnya. Sedangkan bagi masyarakat yang reaktif dengan gejala sedang dan berat dilakukan perawatan di RSUD Lotim. Untuk yang terkonfirmasi positif Covid-19, barulah dilakukan perawatan atau isolasi di RSUD dr. R. Soedjono Selong. “Untuk yang reaktif ini, kita minta melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan Puskesmas karena reaktif belum tentu positif,”ungkapnya.

Dari jumlah 278 terkonfirmasi positif Covid-19 di Lotim, yang sudah sembuh 217 orang, masih isolasi 47 orang dan meninggal dunia 14 orang tersebar di 14 kecamatan, di antaranya Kecamatan Aikmel 6 orang, Pringgasela 1 orang, Sikur 1 orang, Terara 1 orang, Sukamulia 1 orang, Sakra 7 orang, Sakra Barat 3 orang. Selanjutnya Kecamatan Pringgabaya 2 orang, Wanasaba 5 orang, Lenek 1 orang, Suralaga 3 orang dan Kecamatan Selong 11 orang.

“Untuk kasus suspek sebanyak 161 orang, kontak erat 2.789 orang, dan pelaku perjalanan sebanyak 17.518 orang,”pungkasnya. (yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional