Pasien Positif di Gerung Diduga Pernah Ikut Jumatan

H. Mulyadi, Tajuddin .(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Kasus positif Covid-19 di Lombok Barat bertambah tujuh orang menjadi total 28 orang pada Sabtu, 25 April 2020. Tambahan tujuh Kasus positif, selang sehari setelah diumumkan lima kasus positif Covid-19 Kamis, 23 April 2020 menjadikan Lobar mendominasi kasus pasien positif dalam daftar yang diumumkan dua hari terakhir.

Dari tambahan tujuan kasus ini, enam orang merupakan klaster Gowa karena memiliki riwayat perjalanan ke daerah tersebut. Dari tujuh kasus itu, tiga Kasus positif terdapat di wilayah Gerung sebagai ibu kota kabupaten Lobar. Tiga kasus positif di wilayah Gerung, tersebar di Gerung Selatan, dan dua kasus di Desa Taman Ayu.

Iklan

Salah seorang pasien berasal dari Gerung Selatan, diduga pernah salat Jumat berjemaah di masjid. Gugus tugas kecamatan Gerung pun meminta Tim Gugus di kelurahan dan desa melakukan isolasi mandiri sebelum dilakukan tindakan pelacakan oleh tim dinas kesehatan.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Camat Gerung, H. Mulyadi menjelaskan, dengan adanya kasus positif ini ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik.

“Gerung ada tiga positif Covid-19, di Gerung Selatan satu dan dua di Desa Taman Ayu,” jelas Mulyadi. Dijelaskan, ketiga pasien positif ini merupakan klaster Gowa. Warga kelurahan Gerung Selatan yang positif jelas dia, baru diketahui pernah melakukan perjalanan ke Gowa. Setelah itu barulah pihaknya bertindak, melakukan tes cepat terhadap bersangkutan. Hasilnya pun reaktif. Kemudian bersangkutan dibawa ke sanggar mutu untuk di karantina dan pengambilan Swab. Yang bersangkutan, kata dia, pernah ikut salat Jumat berjemaah di masjid setempat.

“Kemarin yang di Menang ini pernah ikut jumatan, ini yang kami khawatirkan. Ini kan tujuan juga melakukan penundaan salat Jumat berjemaah, tapi kan mereka anggap diri sehat-sehat saja,” tegas dia.

Dua pasien positif di Taman Ayu juga klaster Gowa. Pihaknya sudah kontak dengan Kades Taman Ayu agar mengimbau warga tetap tenang. Jangan panik. Pihaknya juga meminta agar keluarga pasien diisolasi mandiri di rumah, tidak dibiarkan berkeliaran. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dikes untuk langkah penanganan selanjutnya, seperti tracing.

Ia menyebutkan, jumlah jemaah Gowa di kecamatan Gerung sebanyak 13 orang. Mereka semua sudah dirapid tes Dan hasilnya lima orang reaktif. Dari lima orang ini di-swab, kemudian hasilnya tiga orang dinyatakan positif dan diumumkan oleh Gugus Tugas provinsi NTB.

Kades Taman Ayu, Tajuddin mengatakan dua pasien positif Covid-19 di desanya merupakan klaster Gowa. Di desanya sendiri ada 11 klaster Gowa, dari 11 orang itu enam diantaranya reaktif dan hasil swabnya positif. Sedangkan tiga warga lainnya masih menunggu hasil Swab.

Terhadap warga klaster Gowa ini, pihaknya sejak awal melakukan penanganan namun diantara mereka kurang kooperatif. Bahkan saat diminta melakukan pemeriksaan pun agak sulit. Langkah Pihaknya, sejak awal melakukan pencegahan terhadap Covid-19. Melalui Gugus tugas desa, pihaknya turun sosialisasi dan melakukan pembatasan serta pengetatan di pintu masuk.

“Sekarang lebih diperketat, magrib pun akses masuk sudah ditutup,” tegas dia.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk penanganan Keluarga pasien. Pihak Desa pun memberikan bantuan Rp 40 ribu kepada keluarga pasien.

“Sebab rata-rata kan yang positif adalah kepala keluarga, kami dari desa memberikan Rp 40 ribu kepada keluarga pasien untuk kebutuhan berbuka dan sahur,” jelas dia.

Berdasarkan rilis resmi Pemprov NTB, terdapat 15 tambahan kasus positif. Dari 15 kasus positif ini itu, paling banyak di Lobar yakni sebanyak tujuh Kasus. Tujuh kasus ini, diantaranya pasien nomor 169 insial M asal Desa Sigerongan Kecamatan Lingsar. Yang bersangkutan diketahui tidak pernah melakukan perjalanan ke luar daerah, namun memiliki riwayat kontak dengan keluarga pasien positif Covid-19. Saat ini pasien dirawat di RSUD NTB dalam keadaan baik.

Dua pasien positif di Desa Taman Ayu dua Kasus masing-masing pasien nomor 173 insial AN dan nomor 174 insial S. Keduanya pernah melakukan perjalanan ke Gowa dan saat ini menjalani karantina terpusat di Lobar dalam kondisi baik. Tiga kasus positif dari desa Kekeri kecamatan Gunungsari, terdiri dari pasien nomor 175 inisial LI, pasien nomor 176 insial A dan pasien nomor 177 inisal F.

Ketiganya pernah melakukan perjalanan ke Gowa dan saat ini menjalani penanganan terpusat oleh tim Gugus tugas kabupaten, mereka dalam kondisi baik. Ditambah pasien nomor 178 insial S dari lingkungan menang Kelurahan Gerung Selatan. Bersangkutan pernah melakukan perjalanan ke Gowa dan saat ini ditangani terpusat di Lobar, dalam kondisi baik. (Her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here