Pasien Positif Covid-19 Usia Satu Bulan Meninggal

H. L. Herdan. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Satu pasien positif Covid-19, yakni bayi berusia satu bulan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) meninggal dunia, Sabtu, 27 Juni 2020. Bayi asal Desa Kuta Kecamatan Pujut meninggal sSetelah sebelumnya sempat menjalani perawatan medis di ruang isolasi Covid-19 RSUD Praya. Bayi berinisial D tersebut pun sudah dimakamkan sesuai standar protokol Covid-19.

“Dengan penambahan satu korban meninggal dunia ini, maka total sampai sejauh ini sudah ada empat pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Loteng,” ungkap Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H. L. Herdan, M.Si., Sabtu, 27 Juni 2020.

Iklan

Bayi tersebut merupakan pasien Covid-19 yang ke 1.145 di NTB dan, baru beberapa hari dirawat di RSUD Praya. Selain itu, Loteng juga mendapat tambahan satu pasein positif Covid-19 yang baru yakni LZZ (27) warga Desa Puyung Kecamatan Jonggat. Yang bersangkutan saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Provinsi dan diketahui tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 pun masih belum terindeifikasi.

Itu artinya, total pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Loteng sebanyak 114 orang dengan 17 orang di antaranya masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit. Sementara 93 orang pasien yang lainnya sudah dinyatakan sembuh dan sudah dipulangkan. “Terakhir kita pulangkan tujuh pasien sembuh,” imbuh Herdan.

Dikatakannya, Pemkab Loteng terus berupaya menekan penyebaran Covid-19. Selain dengan melakukan tracing contact terhadap para pasien positif Covid-19 yang ada. Hal ini bertujuan meminimalisir potensi penyebaran virus.

Salah satunya, kebijakan cadarisasi. Diawali dari pegawai muslimah yanga ada di lingkup Pemkab Loteng. Jadi semua pegawai wanita diharuskan menggunakan cadar. Sebagai ganti jika tidak menggunakan masker. “Penggunaan masker tetap diharuskan. Namun bagi pegawai muslimah, bisa tidak menggunakan masker, tetapi menggunakan cadar. Untuk meminimalisir potensi terpapar Covid-19,” terangnya.

  Karyawannya Positif, BRI Dompu Tutup Unit Woja

Herdan menjelaskan, penggunaan cadar bagi pegawai muslimah tersebut sebagai salah satu cara menjalankan kehidupan new normal. Yang bisa juga digunakan sebagai aksesoris tambahan pelengkap masker, sehingga bisa menambah keamanan bagi pegawai muslimah, dari potensi terpapar Covid-19. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here