Pasien Meninggal, Warga Tolak Pemakaman Dengan Protokol Covid-19

Ratusan warga di Dusun Buncu Desa Matua memblokade jalan. Mereka menolak pemakaman pasien terkonfirmasi positif dengan protokol Covid-19, Minggu, 20 September 2020.(Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Ratusan warga di Dusun Buncu Desa Matua Kecamatan Woja, menggelar aksi blokade jalan raya, Minggu, 20 September 2020. Mereka menolak pemakaman pasien meninggal yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan protokol kesehatan. Upaya persuasif sudah dilakukan sejumlah pihak, namun tak membuahkan hasil. Warga tetap bersikeras mengambil paksa jenazah dari mobil abulan untuk dimakamkan seperti biasa.

Salah seorang keluarga pasien, Miftahul Huda dikonfirmasi Suara NTB menegaskan, tidak percaya akan keterangan pihak rumah sakit yang menyatakan pasien atas nama Sirnawan Karim (50), meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Iklan

Almarhum, mulai mengalami sesak napas semenjak meninggalnya sang anak dua tahun lalu. Selama itu, ia sudah beberapa kali dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Bahkan telah menjalani tes swab dan dinyatakan negatif Covid-19.

Kemudian Sabtu, 19 September 2020 sekitar Pukul 24.00 Wita, ia kembali dirujuk ke rumah sakit lantaran penyakit menahun yang diderita kambuh. Setelah dua jam lebih ditangani tim medis, Sirnawan Karim dinyatakan meninggal dunia. “Tadi dikeluarkan dari ruangan seperti pasien biasa, tapi ditahan oleh aparat karena ada indikasi Covid-19. Oleh tim medis kemudian diambil sampel swab-nya dan dinyatakan positif,” terangnya.

Atas hasil swab yang menyatakan pasien tersebut positif Covid-19, tim medis kemudian merencanakan pemakaman sesuai protokol kesehatan. Namun pihak keluarga kebaratan, sehingga diambil langkah blokir jalan untuk mendesak rumah sakit agar segera memulangkan jenazah.

Keluarga tidak percaya pasien terpapar Covid-19, apalagi dengan tak adanya riwayat perjalanan jauh atau kontak langsung dengan pasien positif. “Kami akan tetap melakukan pemakaman seperti biasa, karena kami yakin almarhum tidak terpapar Covid-19,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dompu, M. Jufri, ST, MT, kepada wartawan menjelaskan, pemakaman jenazah dengan standar Covid-19 ini direncakan karena hasil tes swab menyatakan pasien positif.

Namun mengingat munculnya reaksi penolakan keras dari pihak keluarga, tim terpaksa memutuskan untuk menangani jenazah hanya sampai di rumah duka. “Ya karena ada penolakan, terpaksa kita serahkan sampai di rumahnya saja,” ungkapnya.

Ditegaskan, langkah persuasif untuk meyakinkan keluarga almarhum dan masyarakat sudah dilakukan sejumlah pihak, baik melalui pemerintah desa, camat bahkan oleh aparat gabungan TNI-Polri. Namun demikian, mereka tetap saja menolak. Bahkan APD yang sedianya dikirim buat keluarga untuk keamanan saat pemakaman ditolak dan dibuang begitu saja. “Semua langkah pendekatan persuasif yang sudah dilakukan itu tetap saja tidak diterima,” pungkasnya. (jun)