Pasien Meninggal di Bima Masih Tunggu Hasil Laboratorium

I Gede Putu Aryadi. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB melalui Posko Penangganan Virus Corona NTB membantah pemberitaan di beberapa media massa terkait seorang pasien perempuan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bima yang dikabarkan meninggal karena virus Corona (Covid-19). Pasalnya, sampai saat ini hasil lab dari pasien tersebut belum selesai diuji.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, I Gede Putu Aryadi, selaku Penanggung Jawab Informasi Posko Penanganan Virus Corona NTB menerangkan bahwa pasien yang meninggal pada Kamis, 19 Maret 2020 dini hari tersebut masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

‘’Itu informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Karena yang bisa memastikan meninggal karena Covid-19 atau tidak, harus menunggu hasil lab dari Surabaya. Sampelnya sudah dikirim,’’ ujar Aryadi saat dikonfirmasi, Kamis, 19 Maret 2020.

Diterangkan Aryadi, pasien yang berasal dari Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima tersebut pulang dari Tangerang pada 27 Februari Lalu. Setelah sampai di rumah, pasien mengalami beberapa keluhan klinis seperti batuk berdahak, demam, sesak nafas, dan lain-lain.

Sebelum masuk RSUD Kab. Bima, pasien juga menjalani perawatan di Kabupaten Dompu pada awal Maret 2020. ‘’Kemudian dirujuk ke RSUD Kabupaten Bima tanggal 18 Maret 2020 pada pukul 10.30 Wita,’’ ujar Aryadi.

Selama di RSUD Kabupaten Bima pasien menjalani perawatan di ruang isolasi mengikuti prosedur penanganan dan pencegahan Covid-19 dan masuk dalam kategori PDP. Sampel Swab pasien sudah dikirim ke Balitbang Kemenkes RI dan sampai saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium.

Di sisi lain, berdasarkan data dari Pemprov NTB sampai dengan 19 Maret 2020 jumlah PDP menjadi 17 orang dari data sebelumnya yang berjumlah 16 orang. ‘’Rinciannya 10 orang dengan hasil lab negatif, dan 7 orang masih dalam pengawasan dan menunggu hasil lab,’’ ujar Aryadi.

Tambahan 1 orang PDP tersebut merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang menunjukkan gejala penularan Covid-19 dan memiliki riwayat bepergian ke luar negeri. Untuk itu, pemerintah daerah mengambil tindakan preventif dengan melakukan isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 di NTB.

Selain itu, telah dilakukan karantina terhadap 136 orang dengan status orang dalam pengawasan (ODP). Di mana 90 ODP telah selesai menjalani masa observasi dan 46 ODP lainnya masih menjalani karantina di Grha Mandalika RSUD NTB, di rumah masing-masing, di hotel, dan rumah sakit lainnya yang dijadikan rujukan.

Sampai saat ini  2 orang WNA menajalni karantina di hotel, dan 44 orang di rumah masing-masing dengan rincian; 12 orang di Kota Mataram, 6 orang di Lombok Barat, 2 orang di Lombok Tengah, 19 orang di Lombok Timur, 1 orang di Sumbawa Barat, 1 orang di Sumbawa, 1 orang di Dompu, dan 2 orang di Kota Bima. (bay)