Pasien Membludak, RSUD Kota Mataram Kekurangan Ranjang Pasien

Mataram (suarantb.com) – Jumlah pasien di RSUD Kota Mataram terus meningkat dari hari ke hari. Akibatnya saat ini pihak rumah sakit kekurangan tempat tidur untuk pasien rawat inap.

Direktur RSUD Kota Mataram, dr. H. Lalu Herman Mahaputra mengatakan, saat ini, tingkat kunjungan Instalasi Gawat Darurat (IGD) per bulan sudah mencapai angka yang cukup fantastis, yaitu sekitar 5.000 kunjungan, dengan rata-rata per hari mencapai 600 hingga 700 kunjungan.

Iklan

Herman mengaku tingkat kunjungan tersebut bahkan membuatnya tercengang.

Bahkan, beberapa pasien rawat inap yang tidak mendapatkan ruang, terpaksa harus menunggu pasien lain keluar, hingga bisa mendapatkan perawatan intensif di ruang rawat inap.

“Jumlahnya fantastis sekali, bahkan itu diluar nalar saya, diluar kemampuan berpikir saya kok begitu banyaknya,” ungkap Herman.

Kendati demikian, rumah sakit tidak boleh menolak pasien. Pihaknya tetap berusaha mencarikan ruangan untuk pasien. Meskipun harus menempati ruang VIP, pembayaran rumah sakit tidak memaksa di luar kemampuan pasien.

“Kita carikan selama kamar tersedia, mau kelas satu, mau VIP, kita masukkan. Yang penting kita ndak boleh nolak pasien. Kita ndak lihat bayarnya, yang penting pelayanannya dulu,” jelasnya.

Sementara ini, jumlah ranjang pasien yang tersedia sebanyak 230. Tahun 2017 mendatang, RSUD Kota Mataram telah merencanakan adanya penambahan tempat tidur pasien hingga mencapai target antara 350 hingga 500. Herman mengatakan, anggaran yang disediakan untuk penambahan tempat tidur pasien sekaligus ruang rawat inap tambahan sebesar Rp 26 miliar.

Dana tersebut termasuk untuk pengembangan IGD, mengingat kunjungan di IGD juga membludak. Selain itu, pada Januari 2017 akan tersedia sebanyak 60 unit pusat hemodialisa (cuci darah), sehingga RSUD Kota Mataram akan menjadi pusat hemodialisa di NTB.

  Bima dan Dompu Zona Kuning Pelayanan Publik

Herman mengatakan pihaknya akan membantu RSUD di KSB dan Dompu untuk menjadi Sister Hospital (SH). Dengan demikian, masyarakat di Pulau Sumbawa dapat mengakses pelayanan rumah sakit lebih cepat dan lebih baik tanpa harus menyeberang ke Pulau Lombok.

Rumah sakit yang telah menjadi SH dari RSUD Kota Mataram akan dibantu baik dalam hal medis maupun non medis, sehingga rumah sakit tersebut dapat lebih berkembang. “Kita sedang menyusun MOU-nya. Nantinya, kita bagi zona, supaya jangan numpuk di sini. Sumbawa harus sudah bisa berdiri sendiri,” pungkasnya. (rdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here