Pasien dalam Perawatan Covid-19 Melonjak di KSB

Carloff Sitompul, H. Tuwuh. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Perkembangan kasus virus corona di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) beberapa hari belakangan kembali mengkhawatirkan. Bukan karena jumlahnya kasusnya yang melonjak, tetapi mengenai jumlah kematiannya yang cukup tinggi.

Informasi yang diperoleh Suara NTB, dalam satu dua hari ini ada 3 kasus kematian warga diduga akibat terpapar Covid-19. Seluruh kasus kematian itu, merupakan warga pasien yang sebelumnya dirawat di fasilitas isolasi RSUD Asy Syifa KSB. “Iya ada tiga orang yang sebelumnya kami rawat di ruang isolasi (Covid-19) akhirnya meninggal dunia,” sebut direktur RSUD Asy Syifa, dr. Carloff Sitompul saat dikonfirmasi, Senin, 19 April 2021.

Iklan

Carloff menjelaskan, status ketiga pasien yang dinyatakan meninggal dalam perawatan  isolasi Covid-19 RSUD Asy Syifa tersebut belum seluruhnya terkonfirmasi. Satu orang diantaranya berstatus probable dengan kategori suspek karena kondisinya disertai gejala identik dengan serangan Covid-19. “Jadi satu orang masih  kategori probable. Tapi yang dua orang statusnya terkonfirmasi (positif corona),” bebernya.

Dalam beberapa hari terakhir, jumlah pasien dalam perawatan Covid-19 yang ditangani RSUD Asy Syifa mengalami lonjakan. Data pihak rumah sakit, selain tiga pasien yang sebelumnya telah dinyatakan meninggal. Hingga saat ini masih ada 12 pasien lagi yang menjalani perawatan di ruang khusus isolasi Covid-19 rumah sakit milik Pemda KSB itu.

Menurut Carloff lonjakan pasien itu membuat pihaknya sempat kewalahan memberikan pelayanan. Sebab selama ini ruang isolasi rumah sakit hanya menyediakan 8 tempat tidur perawatan. “Karena tiba-tiba ada pasien yang banyak itu. Kami akhirnya harus konfersi satu ruang perawatan jadi tempat isolasi lagi dengan kapasitas 10 bed (tempat tidur),” ungkapnya sambil berharap tidak ada tambahan lagi kasus pasien Covid yang harus mendapat perawatan.

Terpisah, juru bicara Satgas Covid-19, H. Tuwuh membenarkan adanya kasus kematian beruntun dalam beberapa hari ini. Ia mengatakan, dari segi jumlah kasus konfrasi secara umum KSB dalam posisi melandai. “Tapi memang banyak yang dengan gejala sehingga memerlukan perawatan medis,” ujarnya.

Menindaklanjuti kasus kematian itu lanjut dia, pihaknya telah menginginstruksikan kepada seluruh Puskesmas. Terutama bagi Puskesmas asal pasien untuk melakukab tracing dan testing (penelusuran dan uji) kemungkinan warga yang pernah melakukan kontak dengan pasien. “Setelah dapat laporan dari rumah sakit, saya langsung rapat zoom dengan semua kepala puskesmas. Minta mereka melakukan penelusuran kontak,” tukasnya. (bug)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional