Pasien Covid-19 Pulang Paksa Diduga Karena Keluarga Trauma

Ida Fitriani. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) -Pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSU Dompu diduga pulang paksa karena pihak keluarga menolak ditangani dengan protokol Kesehatan Covid-19. Saat pasien A (64), laki-laki warga Mangge Asi, Dompu dinyatakan positif Covid-19, bertepatan dengan pemulasaran jenazah pasien Covid-19, Drs. H. Sudirman Majid.

“Pada saat itu bertepatan dengan meninggalnya H. Sudirman Majid. Jadi, pihak keluarga kemungkinan tidak ingin ditangani seperti itu sehingga mereka minta pulang paksa dan menandatangani surat pernyataan tidak ingin diisolasi,” kata Humas RSU Dompu, Ida Fitriani, S.Keb.Bd, kepada Suara NTB, Rabu, 21 Oktober 2020.

Iklan

Pihak keluarga, lanjut Ida, awalnya menolak pasien A dilakukan tes usap atau swab. Pasien A ini masuk dirawat di RSU Dompu pada Sabtu, 17 Oktober 2020 dan dirawat di ruang perawatan zal dalam. Karena memiliki gejala mengarah terjangkit Covid-19, sehingga didorong untuk dilakukan tes swab. “Hasil tes swabnya positif. Keluar (hasil swab) sekitar jam 10 pagi tanggal 19 Oktober, tapi pagi-pagi sekali dia pulang dan menolak untuk dilakukan isolasi,” katanya.

Pihak RSU Dompu mengizinkan pasien A pulang paksa karena tidak ingin beresiko pada pasien lain dan tenaga medisnya. Karena tidak mungkin pihak RSU menjadikan ruang zal dalam sebagai ruang isolasi khusus bagi pasien A. “Makanya kita minta dia menandatangani surat pernyataan penolakan isolasi dan pulang paksa,” terangnya.

Kapolres Dompu, AKBP. Syarif Hidayat, SH., SIK., yang dihubungi terpisah terkait hal ini mengaku, tidak mendapatkan laporan dan koordinasi dari tim gugus Covid-19 Kabupaten maupun tim dari RSU Dompu. Saat itu pihaknya fokus pada penanganan penguburan pasien positif Covid-19. “Kita fokus pada penguburan mantan Sekda yang positif Covid-19,” katanya.

Informasi ada pasien RSU Dompu yang pulang paksa, lanjut Syarif justru diketahuinya dari wartawan. Hasil penelusuran pihaknya, A warga Mangge Asi tersebut tidak memiliki gejala dan hasil swabnya keluar setelah ia pulang dari RSU Dompu. “Karena masuk kategori OTG (orang tanpa gejala), makanya dia memilih isolasi di rumah saja,” terangnya.

Kapolres juga mengaku, pengawasan terhadap protokol kesehatan Covid -19di Dompu belum maksimal dilakukan. Sejauh ini hanya jajarannya dan dibantu TNI melakukan pengawasan. Ia pun berharap adanya kolaborasi bersama semua pihak, termasuk jajaran Pemda Dompu dengan menginstruksikan ke jajaran di Desa/Kelurahan hingga RT, Kemenetrian Agama untuk acara pernikahan. “Kalau dibatasi acara pernikahan, maka tidak akan ada kerumunan warga saat pesta pernikahan,” katanya. (ula)