Pasien Covid-19 Meninggal Karena Penyakit Penyerta

H. Usman Hadi. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pasien positif Covid-19 meninggal dunia di Kota Mataram, tidak murni terinfeksi virus. Rata – rata pasien memiliki riwayat penyakit penyerta. Menekan resiko kematian dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi menjelaskan, berdasarkan penelitian bahwa berbagai macam jenis virus. Ada yang sifatnya ganas dan tidak ganas. Secara kebetulan virus yang menulari masyarakat di Mataram adalah tidak ganas. Berbeda seperti di Jakarta dan Surabaya kecenderungan virus yang menyerang kategori ganas.

Iklan

Kasus meninggalnya pasien Covid-19 di Mataram bukan murni terinfeksi virus. Tetapi pasien memiliki penyakit penyerta yang mendorong resiko terjadinya kematian. “Seorang pasien punya penyakit lama itu jantung dan diabetes. Contoh penyakit lama itu seperti kita berdiri di jembatan yang ada jurangnya. Begitu kita terpapar Covid-19 ini menambah resiko kita terjatuh ke jurang itu,” jelas Usman ditemui Senin, 29 Juni 2020.

Diketahui, pasien meninggal dunia per tanggal 29 Juni pukul 12.00 Wita mencapai 31 kasus. Usman menyebutkan, data yang dihimpun bahwa pasien meninggal dunia memiliki penyakit penyerta. Di antaranya, 7 persen memiliki riwayat penyakit asma. 30 persen pneumonia, 3 persen obesitas, 3 persen hypertensi atau darah tinggi, 17 persen CKD, 7 persen penyakit DM dan pasien memiliki lebih dari 1 penyakit sebanyak 33 persen.

Pihaknya tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Virus Corona ada dan berbahaya. Langkah efektif mencegah penularan adalah dengan mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Menggunakan masker. Jaga jarak. Cuci tangan menggunakan sabun.

“Saya sebagai orang kesehatan mengakui memang virus Corona itu ada. Makanya agar tidak tertular, iya itu tadi. Rajin pakai masker dan cuci tangan,” imbuhnya.

  Riskan, Penerapan Isolasi Mandiri Bagi Pasien Covid-19 Gejala Ringan

Permasalahan dihadapi saat ini adalah, kepercayaan masyarakat terhadap virus Corona mulai tidak ada. Rata – rata pasien positif dalam kondisi sehat atau membaik. Usman kembali menegaskan, pasien sembuh mestinya bersyukur. Virus yang menjangkit mereka kategori tidak ganas, sehingga tidak ada masalah dari kondisi fisik mereka.

Diketahui, kasus Covid-19 di Mataram sampai tanggal 29 Juni 2020 pukul 12.00 wita mencapai 511 terkonfirmasi positif. Rinciannya 307 dinyatakan sembuh, 173 masih dalam perawatan dan 31 meninggal dunia. Sementara, 14 orang dalam pemantauan, 237 pasien dalam pengawasan dan 46 orang tanpa gejala. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here