Pasien Covid-19 Meninggal Bertambah

Ilustrasi Meninggal Dunia (Suara NTB/flickr)

Mataram (Suara NTB) – Jumlah pasien positif coronavirus disease atau Covid-19 di Kota Mataram, mengalami penurunan signifikan. Program pencegahan dan penanganan dinilai cukup efektif. Kendati demikian, pasien positif meninggal dunia bertambah. Angka kematian di Kota Mataram di atas rata – rata nasional.

Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, H. Ahyar Abduh mengatakan, tren penularan virus corona sangat berkurang. Jumlah pasien masih menjalani perawatan 17 orang. Menurunnya jumlah kasus dinilai buah keberhasilan pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penanganan. Kendati demikian, masyarakat tidak boleh lengah dan harus semakin meningkatkan kewaspadaan. “Alhamdulillah jumlah pasien positif menurun drastis,” kata Walikota ditemui usai menyerahkan bantuan peralatan ke kelompok nelayan di aula pendopo, Rabu, 25 November 2020.

Data perkembangan kasus Covid-19 di Kota Mataram sampai 25 November pukul 12.00 Wita mencapai 1.301 jiwa. Dengan rincian 1.192 orang dinyatakan sembuh, 17 masih dalam perawatan dan 92 orang meninggal dunia.

Bertambahnya pasien meninggal dunia disampaikan Walikota, tidak murni terpapar virus corona. Tetapi pasien memiliki komorbit atau penyakit penyerta. Angka kematian di Kota Mataram mencapai 7-8 persen di atas rata-rata nasional. Tim gugus tugas akan terus bekerja keras melakukan penelusuran sesuai prosedur tetap serta meningkatkan kewaspadaan.

Sebagai bentuk kewaspadaan pada pesta demokrasi, petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara dan pengawas kecamatan juga akan dirapid test. “Petugas KPU dan Bawaslu juga akan dirapid,” tandasnya.

Ditegaskan Walikota, program penanganan covid-19 berbasis lingkungan tetap dilaksanakan dan semakin diperketat terutama di lingkungan yang masih ditemukan kasus positif. Akan tetapi, rata-rata kasus Covid-19 mengalami penurunan berbeda dengan jumlah kumulatif di bulan – bulan sebelumnya.

Ahyar mengingatkan, masyarakat menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan menggunakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak. “Selain itu, penegakan disiplin protokol kesehatan juga intens kita lakukan,” demikian kata dia. (cem)