PASI NTB akan Fasilitasi Masalah Razak

Mataram (Suara NTB) – Ancaman pencoretan atau Drop Out (DO) atlet atletik Pelatda Mayung NTB, Abdul Razak dari Perguruan Tinggi IKIP Mataram mendapat perhatian Pengprov PASI NTB. Rencananya ketua organisasi cabang olahraga atletik NTB itu akan membantu memfasilitasi masalah yang menimpa atlet asal Dompu itu.

Ketua Umum Pengprov PASI NTB, H. Suhaimi SH yang dikonfirmasi  via ponselnya, Selasa, 17 Oktober 2017 kemarin mengaku kaget mendengar kabar akan atlet peraih medali emas PON 2016 ini akan DO dari Perguruan Tinggi IKIP Mataram itu. Bila hal itu terjadi dia tidak akan tinggal diam.

Iklan

“Sebenarnya masalah ini  bisa dikomunikasikan. Kalau ada permasalahan kita akan coba melakukan pendekatan menanyakan ke pihak IKIP Mataram  apa sebab musababnya,” jelas Suhaimi yang saat itu mengaku sedang berada di Sumbawa.

Lanjutnya, sebelum  menanyakan ke IKIP Mataram, Suhaimi akan menanyakan ke atlet (Razak) lebih dahulu. Karena PASI NTB ingin mengetahui kebenaran  informasi itu.

Sementara itu, informasi di DO-nya Razak dari Mahasiswa IKIP Mataram sudah terpublikasi di media surat kabar lokal NTB. Dalam pernyataannya Razak mengatakan telah di DO oleh pihak Dekan Fakultas Pendidikan dan Olahraga (F-POK) IKIP Mataram, Subagio.

Meski dinyatakan oleh Dosen sudah di DO, namun Razak mengaku  belum menerima surat pemberitahuan secara  resmi atas di DO-dirinya dari Mahasiswa  IKIP Mataram.

Sementara itu Dekan F-POK IKIP Mataram yang dikonfirmasi Suara NTB via ponselnya tidak bisa dihubungi. Pasalnya Subagio saat itu  sedang mendampingi Mahasiswa IKIP Mataram mengikuti POMNAS  XV di Makasar 2017.

Sementara itu Panitia Pelatda Mayung, Hari Gunawan yang juga mantan Dosen IKIP Mataram mengatakan bahwa persoalan Razak tersebut sudah dikomunikasikan oleh dirinya dengan Dekan F-POK IKIP Mataram, Subagio.

Menurut  Hari yang sudah berkomunikasi dengan Subagio,  Razak belum di DO dari IKIP Mataram. Dalam hal ini  Razak hanya diminta untuk menyelesaikan beberapa registrasi, karena Razak selama ini cukup lama meninggalkan kegiatan belajar di kampus.

“Informasi yang saya terima dari  pak Subagio Razak belum di DO, tapi diminta untuk meregistrasi kembali datanya di kampus,” jelas Hari. (fan)