Pascasarjana Unram Jalin Kerja Sama dengan Universitas Islam Makassar

Direktur Pascasarjana Unram, Prof. H. Muhammad Sarjan (kiri) menyerahkan cendera mata kepada Wakil Rektor 1 Universitas Islam Makassar, Musdalifah saat melakukan perjanjian kerja sama, Senin, 11 Oktober 2021.

Mataram (Suara NTB) – Program Pascasarjana Universitas Mataram (Unram) menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Makassar ditandai dengan perjanjian kerja sama atau Memorandum of Agreement (MoA) pada Senin, 11 Oktober 2021. Kerja sama itu ditujukan untuk bidang tri dharma perguruan tinggi.

Direktur Pascasarjana Unram, Prof. Ir. H. Muhammad Sarjan, M.Agr.CP., Ph.D., dalam sambutannya mengatakan, kerja sama ini di bidang tri dharma perguruan tingi. Mulai dari bekerja sama riset, kerja sama pendidikan, tukar penguji dan pembimbing. “Bila perlu kita ada kita kerja sama pengabdian, temen-temen di program pascasarajana di sana (Universitas Islam Makassar) bisa melakukan pengabdian di sini, kami juga bisa melaksanakan pengabdian di sana,” ujarnya.

Iklan

Prof. Sarjan mengatakan, kerja sama paling memungkinkan dalam waktu dekata adalah pembimbingan tesis bersama. Kemudian, nantinya untuk riset bersama yang dibiayai oleh kementerian juga sudah disepakati kedua pihak akan mendiskusikan pengusulan topik-topik yang relevan dengan bidang masing-masing di pascarsarjana Unram maupun di pascasarjana Universitas Islam Makassar.

“Mahasiswa kami bisa penelitian di sana, dan mahasiswa di Universitas Islam Makasar juga bisa melakukan penelitian di sini, itu yang kita harapkan. Melaksanakan seminar bersama, conference bersama dan publikasi bersama itu yang kita harapkan,” ujar Prof. Sarjan.
Sementara itu, Wakil Rektor 1 Universitas Islam Makassar, Dr. Ir. Musdalifah, M.Si., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pascarjanan Unram yang telah menerima pihaknya. Ia merasa pihaknya tepat bekerja sama dengan Unram. Menurutnya, kerja sama ini perlu tindak lanjut untuk mengisi borang-borang yang ada.

“Jadi sesuai harapan kami juga mungkin bisa dilakukan penelitian bersama, seminar bersama, pengabdian bersama itu yang paling bisa kita lakukan. Apalagi di era pandemi bisa melalui kuliah atau bisa melalui daring dan mungkin ada dosen bersama ketika kami membutuhkan kekhususan,” ujarnya.

Ia mendorong para mahasiswa melakukan penelitian bersama, dengan kedua pihak bisa menjadi pembimbing dan pengujit penelitian tersebut.
“Alhamdulillah kami bisa diterima dengan baik dan hangat karena kami merasa bahwa antara Mataram dan Makassar tidak ada perbedaan jauh, baik dari sisi makananya maupun dari sisi agamaisnya. Kami bisa melihat masjid-masjid yang megah dengan julukan seribu masjidnya,” ujar Musdalifah.

Pihaknya juga mengundang Unram hadir di kampus Universitas Islam Makassar. “Jadi saya kira kami akan mengundang Unram untuk ke Makassar dengan potensi yang ada di sana, dengan kapasitas yang ada di sana, dengan fasilitas yang ada di sana. Kami menunggu di Makassar,” pungkasnya. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional