Pascaribut di Rapat Pleno, Lima Warga Loteng Diamankan Polisi

Kapolda NTB, Nana Sudjana, memantau langsung kondisi jalannya rapat pleno rekapitulasi suara tingkat kabupaten di eks gedung DPRD Loteng, Kamis, 9 Mei 2019. Sebelumnya, sempat pecah bentrok antar warga pendukung caleg dengan aparat keamanan. Dalam kejadian itu, lima warga diamankan bersama sejumlah barang bukti. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Aparat Polres Lombok Tengah (Loteng) menahan lima warga pendukung salah satu calon anggota legislatif (caleg) sejak Rabu, 8 Mei 2019. Kelimanya ditahan pascabentrok pada rapat pleno rekapitulasi perolehan suara tingkat kabupaten yang berlangsung di eks gedung DPRD Loteng. Selain warga, polisi juga mengamankan puluhan sepeda motor, mobil, batu dan sejumlah barang bukti lainnya.

“Status warga masih diamankan. Belum ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa, SIK.M.H., kepada wartawan, Kamis, 9 Mei 2019.

Iklan

Saat ini pihaknya masih terus mengumpulkan barang bukti serta keterangan pendukung untuk mendalami peran dan kapasitas warga yang diamankan tersebut. Setelah semua barang bukti dan keterangan dinyatakan lengkap, barulah pihaknya bisa menetapkan status kelima warga yang diamankan tersebut. “Beberapa saksi tambahan masih akan dipanggil lagi. Untuk memperjelas posisi kasus ini,” tegasnya.

Budi menuturkan, dalam kericuhan itu sendiri setidaknya tiga anggota Polres Loteng terluka.  Di antaranya Kasat Sabhara Polres Loteng, Iptu Herry Indrayanto, luka pelipis kanan serta tiga anggota lainya mengalami luka di bagian kaki dan kepala terkena lemparan batu dari warga.

Kericuhan, ujarnya, berlangsung sekitar pukul 21.30 wita. Bermula saat rapat pleno rekapitulasi perolehan suara hendak dimulai. Namun karena jumlah komisioner KPU Loteng yang hadir tidak kuorum akhirnya rapat pleno diputuskan untuk ditunda. Kabar penundaan rapat pleno tersebut pun didengar oleh warga yang sudah sejak siang berada di luar arena rapat pleno.

Warga lantas berteriak-teriak dan berusaha masuk ke halaman eks kantor DPRD Loteng. Aksi spontan warga membuat aparat kepolisian sempat kelabakan yang langsung berusaha menghalau warga. Keributan pun pecah antara warga dengan aparat.

Tiba-tiba warga mulai melempari aparat kepolisian dengan batu yang diduga telah dipersiapkan terlebih dahulu. Tidak hanya itu, warga juga melempari aparat dengan bom molotov. Untuk mengendalikan situasi, polisi kemudian menembakkan gas air mata yang membuat konsentrasi warga pecah.

Saat itulah, polisi mengamakan sejumlah warga dan langsung digelandang ke Mapolres Loteng untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. “Untuk motif penyerangan yang dilakukan warga, itu juga masih kita dalami,” tambahnya.

Kapolda Turun Langsung

Sementara itu, pasca keributan antara warga pendukung caleg dengan aparat kepolisian, Kamis kemarin pengamanan di sekitar eks gedung DPRD Loteng tempat rapat pleno rekapitulasi perolehan suara tingkat kabupaten berlangsung, semakin diperketat. Polres Loteng sendiri total menerjukan 350 personel dibantu 170 personel TNI.

Tidak hanya itu, polisi juga mulai memasang pagar barikade di dalam pagar eks kantor DPRD Loteng guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Upaya-upaya antisipasi sudah kita lakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Termasuk menambah jumlah personel pengamanan,” imbuh Budi.

Kapolda NTB Brigjen Pol. Nana Sudjana, pun sempat turun langsung memantau situasi jalannya rapat pleno. Didampingi sejumlah pejabat tinggi Polda NTB, Kapolda NTB menyempatkan diri melihat kesiapan personel serta lokasi rapat plen. Namun saat dikonfirmasi wartawan, Kapolda enggan berkomentar. “Saya ke Polres (Loteng) dulu ya. Nanti setelah ini,” ujar sembari meninggalkan lokasi rapat pleno. (kir)