Pascarelokasi, Pedagang Pasar Gunungsari Keluhkan Sepi Pembeli

PEDAGANG - Pedagang di pasar sementara  Gunungsari mengeluhkan sepinya pembeli. Mereka mengharapkan bisa kembali berjualan di pasar lama. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pascadirelokasi ke pasar sementara yang berlokasi di belakang Kantor Camat Gunungsari, para pedagang mengeluhkan sepinya pembeli. Omzet mereka pun menurun drastis. Kondisi ini menyebabkan para pedagang ingin kembali lagi ke pasar lama yang rencananya bakal dibangun menjadi taman kota. Bahkan para pedagang mengumpulkan tanda tangan baik dari pedagang, tukang ojek, sopir angkutan dan kusir cidomo untuk dijadikan dasar kembali ke lokasi pasar lama.

“Pedagang di pasar darurat Gunungsari mengeluhkan sepinya pembeli dan anjloknya omzet. Mereka ingin kembali ke pasar lama yang mau dijadikan taman kota,” kata Hisyamudin, salah satu warga yang memasukkan aduan ke Forum LLAJ Lobar, Senin,  29 Oktober 2018.

Iklan

Pedagang mengharapkan pemerintah mengizinkan kembali berdagang di pasar lama, karena pembeli gampang membeli kebutuhannya di pedagang. Hal ini, ujar sopir angkutan ini, jelasnya, para pedagang telah mengumpulkan tanda tangan dari para pedagang, tukang ojek, dan kusir cidomo dan sopir angkutan. Hanya saja para sopir belum tanda tangan. Sebab ia selalu sopir juga dalam posisi dilematis, antara mendukung atau tidak. Sebab jika para sopir mendukung, pasti para sopir ini akan dijadikan kambing hitam atas kemacetan yang akan kembali terjadi di jalur menuju Lombok Utara tersebut. Di sisi lain katanya pascarelokasi pasar penghasilan para sopir juga menurun disebabkan penumpang yang sepi.

Menanggapi hal ini Kepala Dinas Perhubungan Lobar Ahmad Saikhu mengatakan relokasi pasar Gunungsari yang dilakukan Pemda ke lokasi sementara merupakan solusi mengatasi kemacetan yang terjadi di jalur tersebut. Diakui mencari lokasi pasar darurat atau sementara ini saja begitu sulit. Diakuinya memang masih ada kekurangan yakni badan jalan yang sempit, namun hal ini akan dibenahi. Sebab ke depan kemungkinan pasar darurat ini akan menjadi pasar permanen, karena jika mengembangkan pasar lama sangat susah.

Pihaknya sendiri mendukung pasar sementara menjadi pasar permanen, nantinya di pasar itu akan disiapkan  terminal, sehingga tidak ada keluhan.

Anggota Forum LLAJ Lobar Ahmadi membenarkan adanya keluhan para pedagang tersebut. Bahkan ada tetangganya yang berhenti jadi pedagang di pasar, disebabkan gempa. Akan tetapi, jika keinginan para pedagang diikuti dengan pindah ke pasar lama tentu menjadi langkah mundur. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here