Pascagempa, Penumpang LIA di Bawah 10 Ribu Orang per Hari

BUKA POSKO - GM PT. AP I LIA I Gusti Ngurah Ardita, didampingi Dandim 1620/ Loteng dan Kapolres Loteng, meresmikan pembukaan posko terpadu di LIA, Kamis, 20 Desember 2018. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Musibah gempa yang melanda Pulau Lombok beberapa bulan yang lalu diakui memang membawa dampak luas ke berbagai sektor di daerah ini. Termasuk angka kunjungan wisatawan ke daerah ini yang turun drastis pascagempa. Hal itu bisa dilihat, salah satunya dari jumlah penumpang pesawat melalui Lombok International Airport (LIA) yang mengalami penurunan pasca gempa yang melanda Pulau Lombok.

 “Sekarang rata-rata penumpang pesawat di LIA di bawah angka 10 ribu orang per hari. Padahal sebelum gempa tercatat rata-rata di atas 11 ribu. Bahkan sempat menyentuh angka 12 ribu orang per hari,” ungkap General Manager (GM) PT. Angkasa Pura (AP) I LIA, I Gusti Ngurah Ardita, kepada wartawan, usai pembukaan posko terpadu Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kamis, 20 Desember 2018.

Iklan

 Hanya saja, katanya, secara komulatif angka penumpang pesawat di LIA tahun ini proyeksinya tetap mengalami kenaikan, walaupun kecil antara 1,5 persen sampai 2 persen. “Kenapa angka komulatifnya bisa naik, karena kita tertolong lonjakan penumpang pesawat sebelum musibah gempa terjadi,” jelasnya.

Contoh, pada saat perayaan lebaran kemarin jumlah penumpang pesawat bisa menembus angka 14 ribu orang per hari. Angka yang cukup tinggi kenaikannnya. Jika dibandingkan pada saat perayaan lebaran tahun sebelumnya. Sehingga tahun ini jumlah penumpang pesawat di LIA diproyeksikan di angka 3,7 juta orang dari tahun sebelumnya di atas 3,5 juta.

Kalau saja tidak terjadi gempa, pihaknya optimis bisa mencapai target 4 juta penumpang. Tapi karena ada gempa, adanya kenaikan walaupun kecil sudah patut disyukuri. “Yang penting ada kenaikan. Kalau soal target tidak bisa kita paksakan. Karena ada faktor lain yang mempengaruhi,” terangnya.

Sementara itu, terkait perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini, PT. AP I LIA sudah membuat posko terpadu. Posko ini untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang selama Nataru, karena diprediksi akan terjadi lonjakan penumpang.

 Salah satu indikatornya, dua maskapai sudah meminta penambangan extra flight, yakni rute Lombok-Bali oleh Garuda Indonesia selama 6 hari. Dan, rute Lombok-Jakarta oleh maskapai Lion Air selama 16 hari. Itu menandakan kalau ada kenaikan penumpang di LIA.  Untuk memastikan penumpang bisa terlayani secara maksimal, maka PT. AP I LIA membuka posko terpadu. “Di posko terpadu ini kita libatkan semua unsur terkait. Termasuk pihak kepolisian dan TNI untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para penumpang pesawat selama Nataru tahun ini,” tegasnya. (kir)