Pascadiadili TPTGR, Baru Dibayar Rp190 Juta, Sisa Rp6,9 Miliar

Kepala Sekretariat TPTGR Provinsi NTB, H. Azhar (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Total kerugian daerah yang dibayar penunggak per 31 Desember 2018 lalu, baru Rp 190 juta. Setoran bersumber dari rekanan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penunggak pascadiadili  Majelis Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) beberapa waktu lalu.

Jumlah setoran itu terkumpul dari cicilan pengembalian kerugian daerah oleh penunggak yang dipanggil dan disidang satu per satu Selasa 25 Desember 2018 lalu. Sidang dipimpin  Ketua Majelis Hakim TPTGR Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H.Sayuti, M.Sc., P.hD, didampingi Inspektur pada Inspektorat NTB Ibnu Salim, SH.MH dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah  (BPKAD) Drs. H. Supran.

Iklan

‘’Jadi cukup besar manfaatnya sidang majelis kemarin. Setoran masuk per 31 Desember mencapai Rp 190.977.117,’’ sebut Kepala Sekretariat TPTGR Provinsi NTB, Drs. H. Azhar, MM kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Rabu, 2 Januari 2019.

Azhar membagi dua istilah dan setoran yang dimaksud. Pertama dari beban kerugian daerah kepada rekanan sesuai temuan reguler Inspektorat, disebut dengan Tuntutan Ganti Rugi (TGR). Nilai setoran mencapai Rp 64.423.443.  Dua, terkait dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada OPD, disebut dengan Tuntutan Perbedaharaan (TP). Nilai setoran mencapai Rp 126.553.673.

Rincian berdasarkan data diperoleh Suara NTB, setoran untuk TGR bersumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rp 4,6 juta, Dinas Kelautan dan Perikanan Rp 35,6 juta, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPDes Dukcapil) Rp 8,8 juta. Terakhir dari Bappenda NTB Rp 15,2 juta.

Sedangkan setoran untuk TP sesuai temuan BPK, hanya dari dua instansi. Yakni Setwan DPRD NTB menyetor Rp 24 Juta dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dengan setoran terbanyak mencapai Rp 102,4 juta.

Sebenarnya dari jumlah setoran ini belum seberapa dibanding akumulasi kerugian daerah, baik untuk TP maupun TGR. Sebab sisanya mencapai miliaran rupiah.

Disebutkan Azhar, untuk TGR sisanya masih mencapai Rp 2.446.681.938 dan untuk TP sisanya mencapai Rp 4.490.747.478. Jadi, tersisa akumulasi kerugian daerah  yang belum disetor mencapai Rp 6.937.429.000.           ‘’Namun kami melihat ada itikad baik dari rekanan dan OPD untuk mencicil temuan kerugian daerah itu,’’ katanya.

Selanjutnya, para pihak yang tercatat dalam temuan diberikan kesempatan sampai Februari 2019 untuk upaya penyelesaian. Tim TPTGR pun tidak henti hentinya mengingatkan para penunggak untuk segera melakukan penyetoran agar segera tuntas. ‘’Bagi kami lebih cepat lebih baik. Tidak harus menunggu sampai Februari,’’ sarannya. (ars)