Pasca Turunnya SK Pemprov, Pupuk Subsidi Tersalur Langsung hanya ke Lombok Tengah

Rudy Sulistya. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Setelah SK dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB diteken kepala dinas, Ir. H. Husnul Fauzi, M.Si, pupuk subsidi langsung disalurkan oleh PT. Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) hanya ke Kabupaten Lombok Tengah. Sembilan kabupaten/kota lainnya di Provinsi NTB belum membuat SK turunan untuk kuota masing-masing kecamatan.

“Kalau Kabupaten Lombok Tengah sudah langsung buat SK kuota ke masing-masing kecamatan. Lombok Tengah paling cepat menindaklanjuti SK provinsi,” kata Kepala Kantor Pemasaran Pupuk Kaltim Wilayah NTB, Rudy Sulistya di temui di kantornya, Selasa, 5 Januari 2021. Pupuk Kaltim adalah produsen pupuk nasional yang ditunjuk mendistribusikan pupuk subsidi di Wilayah NTB, khususnya pupuk jenis urea.

Perusahaan tidak serta merta mendistribusikan pupuk subsidi kepada petani. Acuannya adalah perintah  SK dari Kementerian, Provinsi, Kabupaten/Kota untuk pembagian ke masing-masing kecamatan. Sejauh ini, hanya Kabupaten Lombok Tengah yang telah membuat SK untuk kuota setiap kecamatan. Cepat atau tidaknya pupuk subsidi didistribusikan, kata Rudy, tergantung cepat atau tidaknya kabupaten/kota menindaklanjuti SK untuk kuota per kabupaten/kota dari provinsi.

“Kalau cepat tidaklanjuti SK provinsi dengan membuat SK kabupaten/kota, ya kita langsung distribusikan. Karena tidak bisa mendistribusikan pupuk subsidi begitu saja, acuannya adalah SK,” imbuhnya. Rudy menambahkan, pendistribusikan pupuk subsidi ini bukan karena minimnya ketersediaan stok pupuk di gudang-gudang Pupuk Kaltim. Justru stok yang dimilikinya melimpah, sampai 47.500 ton.

Kebutuhan pupuk urea pada Januari berkisar 15.000 ton. Artinya, cadangan pupuk yang disiapkan saat ini dapat memenuhi kebutuhan pupuk di NTB selama tiga bulan. “Bahkan stok kita terus ditambah. Pengapalan dari pabrik tetap jalan,” katanya. Pendistribusian pupuk subsidi ini juga mengacu pada rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) sekarang elektronik RDKK (e-RDKK). Selain itu, penerima pupuk subsidi adalah pemegang Kartu Tani.

Sepanjang tahun 2020, Pupuk Kaltim telah mendistribusikan pupuk Urea subsidi di NTB sebanyak 189.000 ton. Sesuai SK Kementerian Pertanian RI. Untuk tahun 2021 ini, Provinsi NTB mendapatkan alokasi pupuk urea subsidi sebanyak 172.604 ton. Kuota ini bisa saja bertambah jika pemerintah melakukan realokasi kuota per provinsi. Selain itu, pemerintah juga telah melakukan penyesuaian atau menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk pupuk urea subsidi menjadi  Rp2.250/Kg. Kenaikan harga jual pupuk Urea subsidi ini juga harapannya dipahami oleh masyarakat petani.

Pupuk Kaltim meminta kepada 29 distributornya yang tersebar di Provinsi NTB, dan 1.452 kios pengecer pupuk untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada para petani tentang kenaikan harga pupuk subsidi ini. “Kita pupuk Indonesia hanya bertugas mendistribusikan. Kuota pendistribusian dan harga sudah diatur pemerintah,” demikian Rudy. (bul)