Pasca Revisi RTRW, Belum Ada Pengusaha Ajukan Izin

Mataram (Suara NTB) – Pascaditetapkannya Perda RTRW Kota Mataram tahun 2011 – 2021, belum ada satu pun pengusaha yang mengajukan izin. “Kalangan pengusaha belum ada yang mengajukan izin lagi,” kata Kepala DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kota Mataram, Drs. Cokorda Sudira Muliarsa, Jumat, 5 Mei 2017.

Sebelum revisi Perda RTRW, beberapa pengajuan izin ditolak. Diantaranya, 10 izin pembangunan perumahan, rumah makan siap saji di Jalan Pejanggik, pembangunan hotel dan operasional pembangkit listrik tenaga uap di Tanjung Karang.

Iklan

Cokorda menambahkan, tidak mungkin ia akan menerima pengajuan izin tersebut sebelum Perda RTRW disahkan. Pengesahan itu tentu masih proses dan prosedur. Pun dokumen pengajuan izin telah dimasukan juga tetap tidak bisa diproses.

“Kita belum berani memproses kalau belum ada dasarnya. Harus ditunggu final dulu,” ujarnya.

Sejauh ini, ia belum berani memastikan hingga kapan finalisasi. Proses ini berada di Badan Perencanaan dan Pembangunan serta Bagian Hukum Setda Kota Mataram. Setelah dokumen itu selesai, pihaknya akan bergerak cepat melakukan penyesuaian.

Di satu sisi, Cokorda mengaku, belum ada investor berkonsultasi maupun mengajukan izin. Hanya saja, SIM Hotel berencana membangun di Jalan Jenderal Sudirman menunggu keputusan RTRW. Demikian pula, beberapa izin yang ditunda.

“Saya tidak menolak, tapi dipending dulu. Kalau perubahan sudah final baru bisa diproses,” ujarnya. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here