Pasca Pleno KPU, Personel Pengamanan Tetap Disiagakan

Widy Saputra. (Suara NTB/ind)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pasca pleno rekapitulasi penghitungan suara pemilihan bupati dan wakil bupati Sumbawa tahun 2020 tingkat kabupaten, personel kepolisian bersama elemen terkait tetap disiagakan untuk melakukan pengamanan. Pengamanan tetap berlanjut dengan harapan dapat terciptanya suasana aman dan kondusif di Sumbawa.

“Dari kepolisian bersama dengan elemen terkait TNI, Pol PP dan lainnya  kita menyampaikan himbauan untuk proses pengamanan atau mengawal jalannya pilkada ini masih terus berlanjut. Walaupun proses rekapitulasi ini sudah selesai, tetapi kan belum final. Tiap hari masih kita siagakan untuk melaksanakan patroli cipta kondisi untuk menyentuh ke posko-posko pemenangan maupun timses,” kata Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra SIK, Kamis, 17 Desember 2020.

Pihaknya juga sudah mengajak Ketua Bawaslu Sumbawa selaku Pokja terkait penanganan dan pencegahan covid dalam pelaksanaan Pilkada, untuk tetap bergerak memberikan himbauan tentang penyebaran covid yang semakin tinggi. Sekaligus juga memberikan infomasi atau himbauan bahwa proses yang telah dilakukan tetap harus dikawal sampai selesai. Walaupun akan ada proses-proses selanjutnya yang mungkin akan ditempuh oleh para kontestasi. Sedangkan untuk memperketat pengamanan disesuaikan dengan tingkat kerawanan. Jadi yang harus diperketat yakni dari sisi peningkatan kegiatan patroli. “Kita rutinkan (patroli red). Kan saat ini posko-posko kemungkinan besar sudah tidak ada. Jadi patroli ke tempat-tempat di mana pendukung-pendukung itu ada di mana. Sampai saat ini Polsek pun kami libatkan lakukan patroli,” ungkapnya.

Terkait hasil yang sudah disampaikan KPU, jelas Kapolres, itu merupakan rekap hitung suara dan sudah diketahui oleh saksi dari masing-masing paslon. Oleh karena itu, apabila ada yang masih dirasa kurang, silahkan tempuh jalur-jalur yang sudah ditentukan. Pihaknya juga menghimbau agar tidak adanya konvoi dan kegiatan sejenis yang mengundang kerumunan. “Itu tidak boleh, karena kaitan dengan covid. Kita sudah zona merah, tertinggi di NTB. Kita mencegah terjadinya penularan yang lebih tidak terkendali lagi,” pungkasnya.(ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here