Pasca KLB Rabies, Pemda Dompu Gelar Doa Tolak Bala

Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin menikmati bubur nasi pada acara ‘Ngaha Kawiri’ untuk doa tolak bala wabah rabies di depan kantor Bupati, Jumat, 22 Februari 2019.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Pemerintah daerah Kabupaten Dompu kembali menggelar doa tolak bala pasca status kejadian luar biasa (KLB) serangan anjing rabies pada manusia. Jika doa tolak bala sebelumnya dengan ‘Ngaha Kawiri’ (makan bubur nasi) di masing – masing Kecamatan, Jumat, 22 Februari 2019 dipusatkan hanya di kantor Bupati Dompu.

Bupati Drs. H. Bambang M. Yasin tampak hadir dan menikmati makan bubur bersama anak – anak sekolah di halaman kantor Bupati. Bubur nasi dengan berbagai rasa itu disajikan dengan alaskan daun pisang di atas karpet yang membentang pada halaman kantor Bupati. Selain makan bubur, anak – anak juga mendapat uang pecahan Rp.5 ribu yang baru.

Iklan

‘Ngaha Kawiri’ merupakan ritual masyarakat Dompu dulu untuk doa tolak bala ketika ada wabah. Sebelum makan bubur nasi, anak – anak yang dipimpin seseorang untuk doa bersama memohon kepada Allah agar dijauhkan dari bala bencana. Ritual ini kemudian dilakukan Pemda Dompu menyusul wabah anjing gila yang menyerang warga Dompu belakangan ini. “Pekan depan kita lihat keadaan (diadakan atau tidak makan bubur),” kata H. Bambang M. Yasin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Hj. Iris Juita K, SKM, MMKes yang dikonfirmasi mengaku, kasus gigitan baru oleh anjing gila di Kabupaten Dompu terus menurun sebagai dampak positif program eliminasi dan vaksinasi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu. Karena di beberapa Puskesmas tidak menerima kasus gigitan anjing dalam 4 hari terakhir dan pada Kamis, 21 Februari, tidak satupun puskesmas menerima pasien kasus gigitan anjing. “Kita berdoa, semoga tidak ada lagi korban kasus gigitan anjing di Dompu,” harap Iris.

Namun ia mengatakan, jumlah kasus gigitan anjing di Kabupaten Dompu sudah mencapai 718 orang korban gigitan anjing. Pihaknya pun melakukan upaya vaksinasi untuk mencegah penyebaran virus rabies pada korban gigitan anjing. “Kita adakan vaksin dari dana tanggap darurat sebanyak 335 dosis vaksin. Untuk VAR, kita masih sisa 117 dosis. Ini untuk kebutuhan tahap ketiga dan nanti akan ada tambahan dari Provinsi,” kata Hj. Iris. (ula)