Pasca JPS Gemilang, Harus Dipikirkan Keberlanjutan Eksistensi IKM dan UKM Lokal

H. Ridwan Syah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB akan meluncurkan penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap III, Senin, 13 Juli 2020 di Desa Loyok Kecamatan Sikur Lombok Timur (Lotim). Pemprov akan membagikan sebanyak 120.000 paket sembako dan suplemen JPS Gemilang Tahap III.

Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc – Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd meminta agar dipikirkan keberlanjutan eksistensi IKM dan UKM pasca JPS Gemilang. ‘’Pak Gubernur dan Ibu Wagub mengharapkan untuk kita (OPD) memikirkan kelanjutan JPS Gemilang ini,” kata Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.TP, usai rapat membahas persiapan penyaluran JPS Gemilang Tahap III yang digelar tertutup di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Jumat, 10 Juli 2020 kemarin.

Iklan

Rapat tersebut dipimpin Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. Hadir juga Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd. Didampingi Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.TP dan Kepala OPD lingkup Pemprov NTB.

Ridwan mengatakan, program JPS Gemilang yang melibatkan IKM dan UKM mendapatkan apresiasi pada level daerah dan nasional. Sebagai sebuah langkah jitu di tengah pandemi Covid-19 untuk  menggerakkan IKM dan UKM lokal.

‘’Ke depannya dalam rangka kelanjutan JPS Gemilang, kita akan meluncurkan stimulus ekonomi,’’ katanya.

Di dalam stimulus ekonomi, akan melanjutkan pekerjaan-pekerjaan dalam rangka menyiapkan IKM dan UKM supaya memiliki kemampuan. IKM dan UKM yang sudah terlibat dalam penyediaan produk-produk JPS Gemilang akan ditingkatkan kemampuannya. Dengan memberikan bantuan permodalan, peralatan dan mesin untuk menunjang peningkatan produksi serta membantu akses pemasaran.

  Jelang Puasa, Harga Sembako Masih Wajar

‘’Sehingga ada keberlanjutan dari program-program kita. Ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat. Dalam waktu dekat ini untuk seluruh Indonesia meluncurkan dana Rp30 triliun dalam rangka penguatan UMKM. Ini sebuah hal yang baik dan bisa kita sinergikan,’’ katanya.

Mantan Kepala Bappeda NTB ini mengatakan, untuk melakukan recovery atau pemulihan ekonomi. Langkah paling cocok adalah melakukan penguatan IKM dan UKM. ‘’Dan relevan dengan program unggulan kita. Misalnya, pilihan kita pariwisata. Menyangkut juga UMKM. UMKM yang bergerak di bidang suvenir, makanan, minuman, transportasi dan lain-lain,’’ katanya.

Pascapenyaluran JPS Gemilang Tahap III, Pemda akan masuk pada fase yang sangat penting yaitu melakukan pemulihan ekonomi melalui program stimulus ekonomi. Program stimulus ekonomi akan dimulai pertengahan Juli ini. Pemprov mengalokasikan anggaran Rp86 miliar. Salah satunya digunakan untuk membeli 2.132 alat dan mesin untuk mendukung peningkatan dan kemampuan produksi IKM dan UKM.

Ridwan menegaskan, semua mesin yang dipesan merupakan buatan IKM Permesinan lokal NTB. “Tidak ada satu mesin pun dalam program stimulus ekonomi yang akan kita beli dari luar. Semua bikinan IKM Permesinan lokal. IKM dan UKM yang dapat bantuan senang. UKM dan IKM yang membuat mesin juga dapat pekerjaan,’’ terangnya.

Program stimulus ekonomi akan dilaksanakan sampai Desember mendatang. Selain itu, kata Ridwan, Pemprov akan membantu membuatkan tempat pemasaran online produk-produk IKM dan UKM lokal. Setelah JPS Gemilang tahap III, produk-produk IKM dan UKM akan dilepas di pasar.

Dengan adanya program JPS Gemilang, produk IKM dan UKM mulai dikenal dan mereka semakin percaya diri. Kemudian dengan bantuan peralatan dan mesin, produknya akan semakin bagus.

‘’Pemerintah akan membantu memasarkannya. Misalnya apa yang dilakukan Pak Gubernur bekerjasama dengan Pemerintah DKI Jakarta. Mengundang BUMD DKI untuk mengambil produk-produk kita. Pasarnya sebelumnya lokal saja. Sekarang kita ajak mereka keluar,’’ katanya.

  Satgas Pangan: Pembatasan Pembelian Sembako Belum Berlaku

Selain memenuhi dalam daerah, produk IKM dan UKM NTB  juga untuk  memenuhi kebutuhan luar daerah. Dengan adanya Covid ini, lanjut Ridwan,  momentum untuk meningkatkan kemampuan IKM dan UKM lokal.

Pada distribusi JPS Gemilang tahap III, jumlah sasaran sebanyak 120.000 KK. Dengan rincian 110.130 penerima dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan 9.870 KK non DTKS. Dalam pengadaan paket JPS Gemilang tahap III, Pemprov melibatkan lebih banyak lagi IKM/UKM lokal, yaitu sebanyak 3.271 IKM/UKM.

Untuk pengadaan beras dilibatkan 62 IKM/UKM, garam 10 IKM/UKM, ikan kering 97 IKM/UKM, minyak kelapa 63 IKM/UKM, abon 80 IKM/UKM. Kemudian gula aren 17 IKM/UKM, susu kedelai 138 IKM/UKM, kopi 147 IKM/UKM, teh kelor 35 IKM/UKM, serbat jahe 22 IKM/UKM, dedungki 605 IKM/UKM, masker 84 IKM/UKM, sabun 18 IKM/UKM, kue kering 546 IKM/UKM dan goodbag vinyl 1.347 IKM/UKM.

Produk paket JPS Gemilang tahap III sebanyak 110.130 paket DTKS. Untuk paket sembako di Pulau Lombok terdiri dari beras 10 Kg, abon ikan 100 gram, ikan kering 250 gram, kue kering lokal dan minyak kelapa 1 liter. Sedangkan paket sembako untuk Pulau Sumbawa terdiri dari beras 10 Kg, abon ikan 100 gram, ikan kering 250 gram,  2 pcs kue kering lokal dan garam 1 kg.

Sedangkan paket masker dan suplemen sebanyak 110.130 paket, terdiri dari susu kedelai, the kelor/serbat jahe/gula semut, kopi, sabun dan masker non medis 2 buah. Dedungki yang digunakan sebanyak 33.689 dan tas vinil 42.788.

Sementara untuk paket sembako JPS Gemilang tahap III sebanyak 9.830 paket non DTKS di Pulau Lombok untuk 6.799 KK  terdiri beras 10 Kg, abon ikan 100 gram, ikan kering 250 gram, kue kering dan garam 1 Kg. Sedangkan untuk Pulau Sumbawa, paket sembako untuk 3.071 KK  berupa beras 10 Kg, abon ikan 100 gram, ikan kering 250 gram, kue kering lokal dan minyak goreng kelapa lokal 1 liter.

  XL Gratiskan 2 GB Sehari untuk Kemudahan Belajar dari Rumah

Untuk masker dan suplemen kepada 9.870 paket berisi susu kedelai, teh kelor/serbat jahe/gula semut, kopi, sabun dan masker non medis 2 buah. Untuk bungkus pake menggunakan tas vinil dan tas suplemen. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here