Pasar UMKM Tanjung Jadi Tempat ‘’Buangan’’ Sampah

Tanjung (Suara NTB) – Penanganan sampah yang memang belum optimal semakin memprihatinkan setelah pihak perhotelan disinyalir “membuang” sampah sembarangan. Salah satu areal yang jadi objek buangan sampah adalah areal lahan depan Pasar UMKM Tanjung.

Pantauan koran ini, Jumat, 5 Mei 2017, sedikitnya sekitar 6 sampai 7 dump truck sampah sisa reruntuhan bangunan tercecer di depan Pasar UMKM. Kebanyakan material sampah adalah batu bata. Entah apa maksud sampah dibuang di lokasi tersebut, dan siapa pula yang membuangnya, belum jelas. Namun pengakuan pengelola Pasar UMKM Tanjung mengklaim sampah tersebut buangan dari hotel.

Iklan

“Sampah ini berasal dari salah satu hotel, ada juga sampah buangan dari Trawangan. Saya tidak tahu siapa yang memberi izin karena saya hanya fokus menjual produk di Pasar UMKM,” kata tenaga pelaksana harian Pasar UMKM, Sefty.

Diakuinya hanya sekali memergoki pembuangan sampah di depan Pasar UMKM. Lantas sopir dump truck dihampiri. Dirinya bahkan sempat melarang sopir agar tidak membuang sampah di depan pasar, namun sopir dump truck berdalih telah memperoleh izin dari dinas terkait. Mendengar alasan itu, ia pun membiarkan sampah areal milik Pasar UMKM menggunung hingga membuat kumuh lokasi tersebut.

Pemandangan itu menurut Sefty sangat mengganggu kenyamanan pengunjung maupun pihaknya yang menjaga Pasar UMKM. Kondisi ini dikhawatirkan akan memperburuk angka transaksi di Pasar UMKM yang memang sepi. Sebab dalam sehari, kadang penjualan hanya Rp 100 ribu, jumlah yang tidak sebanding dengan mewahnya bangunan yang ada.

Selain sampah, pengelola Pasar UMKM juga terganggu dengan tidak tertatanya para PKL yang mangkal di depan Pasar UMKM. Sepengetahuan Sefty, sejumlah tenda PKL mulai berdiri di mana awalnya dihajatkan untuk para perajin batu akik. Namun belakangan, tenda para perajin batu akik dihuni oleh penjaja makanan dan minuman. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here