Pasar Ternak Tidak Efektif Buka Setiap Hari

Ternak sapi di kandang-kandang milik masyarakat di Desa Wanasaba Lauk Kecamatan Wanasaba. Meski pemer- intah membuka pasar ternak setiap hari, tidak semua peternak kepasar, kecuali hari pasaran. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Pembukaan pasar ternak Masbagik setiap hari dinilai tidak terlalu efektif. Kebijakan buka pasaran ternak terbsar di NTB ternyata tidak gaung bersambut dengan keinginan para peternak dan pengusaha ternak.

Menurut Kepala Pasar Ternak Masbagik, Ismail kepada Suara NTB, Selasa. 18 Agustus 2020, meski membuka layanan para peternak lebih dominan didatangi hari pasaran sebelumnya, yakni tiga kali sepekan, Senin, Rabu dan Jumat.

Pedagang ternak tidaklah sama dengan dagang sayur di pasar-pasar tradisional. “Sapi itu bukan sayur,” tutur Ismail  mengutip pengakuan para peternak yang menanggapi kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Lotim tersebut.

Aktivitas pasar ternak katanya jelas tidak  bisa dipaksakan setiap hari. Ternak yang dibawa merupakan makhluk hidup yang butuh juga istirahat. “Jadi memang tidak bisa berjalan setiap hari,” ungkapnya.

Di samping itu, di daerah-daerah lain juga ada kegiatan pembukaan pasar ternak. Meski demikian, karena sebagai kebiajakan, Pasar Ternak Masbagik ini tetap membuka layanan kepada siapa saja yang datang. Membuka layanan setiap hari pun butuh biaya operasional yang besar.

Disebut, rata-rata yang datang adalah para jagal yang melakukan penimbangan atau transaksi jual beli yang ingin mengetahui berat timbangan ternaknya. “Kita tetap buka setiap hari meski tidak ada transaksi jual beli,” ucapnya.

Aktivitas jual beli ternak di Pasar Ternak Masbagik ini pun belakangan cenderung menurun. Tidak seperti sebelum adanya Corona Virus Disease (Covid). Masih banyak peternak yang takut datangi pasar ternak karena khawatir tertular Covid. (rus)