Pasar Seni Sesela Mati Suri

Beberapa warga duduk di deretan art shop di pasar Seni Sesela, Lobar, yang ditutup pengelolanya karena tidak ada pembeli, Senin, 22 Maret 2021.(Suara NTB/her)

Toko hasil kerajinan dan oleh-oleh di pasar seni Sesela, kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar), mati suri. Semua art shop di pasar seni itu tutup akibat tak ada pengunjung. Mirisnya lagi, para pelaku usaha yang berjualan di pasar seni itu tidak tersentuh bantuan.

Saat para pelaku wisata lainnya memperoleh bantuan di saat pandemi, baik itu berupa bantuan tunai seperti yang diberikan kepada pelaku UMKM melalui bantuan presiden dan pelaku usaha hotel serta restoran yang diberikan hibah oleh kementerian pariwisata, mereka justru tidak tersentuh.

Iklan

PANTAUAN Suara NTB di pasar seni Sesela, tampak semua art shop yang menjual pernak pernik dan oleh-oleh dalam kondisi tutup. Hanya terpampang etalase berisi kerajinan di areal bangunan pasar seni itu. Sejumlah pengelola art shop tampak duduk ngobrol di teras depan toko mereka.

Jilmani, salah seorang pengelola art shop mengaku semenjak pandemic, kondisi pasar seni mati. “Seperti yang disaksikan, semua tutup. Karena dampak pandemi,” jelas dia Senin, 22 Maret 2021.

Di pasar seni itu ada 19 art shop yang tutup semenjak pandemi tahun lalu. Pengelola art shop memilih tutup karena tidak ada pembeli yang datang. Karena tidak ada pengunjung, barang jualan seperti pakaian kondisinya rusak, hitam-hitam. Meskipun ada satu dua orang pengunjung yang datang, namun mereka tak berminat membeli karena kondisi barang. Karena itu harapannya ke Pemda harus turun melihat kondisi pedagang Art Shop di pasar itu. Karena di tengah pandemi, kondisi ekonomi sulit, ditambah usaha Art Shop terpuruk seperti saat ini.

Sepinya pengunjung karena memang kunjungan wisatawan sepi. Seperti ke daerah wisata tiga Gili, Senggigi, bahkan se-pulau Lombok juga sepi. Sebelum Pandemi, pengunjung lumayan banyak berkunjung ke pasar seni itu. Bahkan, kalau ada kapal pesiar singgah, pasti tamu kapal pesiar itu berkunjung ke pasar seni. Sehingga bisa menambah penghasilan pedagang. Namun mulai pandemi, kondisi pasar seni terpuruk karena sepinya pengunjung.

Hal senada diakui pedagang lainnya, Klana Jaya. Soal bantuan, para pelaku usaha di pasar seni belum pernah mendapatkan bantuan. Bahkan sepanjang terjadi pandemi Corona ini, pemda belum turun melihat kondisi para pelaku usaha art shop di pasar seni itu. Dia berharap bantuan dari pemerintah. Karena selama pandemi usahanya mati. ‘’Bahkan usaha kami tutup,” tuturnya. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional