Pasar Seni Senggigi Mati Suri

Kondisi pasar Seni Senggigi yang mati suri, Rabu, 29 September 2021. Pasar seni ini diminta dihibahkan saja ke Pemkab Lobar.(Suara NTB/her)

Kondisi Pasar Seni Senggigi seakan mati suri tanpa ada aktivitas di dalamnya. Hanya beberapa terlihat pedagang yang berjualan. Kondisi itu sebenarnya sudah berlangsung tak hanya saat pandemi covid-19 ini saja, namun sejak beberapa tahun belakangan.

PEMKAB Lombok Barat (Lobar) sendiri sudah lama mengharapkan aset milik Provinsi itu bisa dihibahkan ke Pemkab Lobar untuk dikelola. Namun tak kunjung diberikan karena hingga kini aset itu masih dikelola pihak ketiga yang berkerjasama dengan Pemprov NTB.

Iklan

“NTB dulu terkenal dengan Senggigi. Ayo dong balik lagi ke Senggigi. Tolong urus Pasar Seni itu bagaimana caranya, karena itu aset provinsi,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Lobar, H. Saeful Ahkam belum lama ini. Seandainya Pemprov mau memberikan kepercaya Pemkab Lobar mengelola pasar Seni itu, Ahkam berjanji setiap pekan akan ada pentas seni dan kebudayaan.

Dikatakan, selama setahun bisa 54 pekan dapat digelar seminggu sekali. “Setiap malam minggu selama 54 kali penampilan (setahun) dari jam 8 malam sampai jam 10 malam. Hanya dua jam kok,” bebernya.

Bahkan tak menutup kemungkinan para seniman akan turut serta. Sebab Ahkam mengatakan para seniman rindu ingin pentas di hadapan penonton. Hanya saja kini posisi aset Pemprov itu tengah masih di dipihakketigakan pengelolaanya. Pihaknya pun mendukung jika mereview kembali kerjasama itu.

“Yang pasti Lombok Barat siap mengelolanya, tidak akan memiliki. Syukur kalau kita dikasih,” pungkasnya.Sebab ia menilai pasar seni ini selain pasar namun juga menjadi taman budaya.

Sementara itu kalangan anggota DPRD Lobar, mengingatkan agar memastikan dulu masalah aset itu jika ingin mengelola aset provinsi itu. “Harus kita lihat juga itu (Pasar Seni) aset Pemrov, bukan Lobar. Jadi harus dibicarakan dulu,” ungkap Anggota Komisi II DPRD Lobar, Abu Bakar Abdullah.

Ia menilai pasar seni itu seakan mati tanpa ada aktivitas di dalamnya. Harusnya pasar seni bisa menjadi magnet bagi para wisatawan. Terlebih sejauh ini pengunjung yang datang minim. Padahal ia mengatakan potensi PAD sektor itu sangat menjanjikan.”Intinya clear-kan dulu surat-surat tanahnya,” pungkasnya. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional