Pasar Sementara Gunungsari Tergenang

BECEK - Lahan pasar sementara di Gunungsari yang becek akibat terendam air. Kondisi ini menyebabkan pedagang dan pembeli tidak nyaman melakukan aktivitas jual beli. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Para pedagang di pasar sementara Gunungsari mengeluh lantaran kondisi lahan pasar sementara tergenang air. Pasar inipun becek dan berlumpur, sehingga menyulitkan warga berjualan. Lahan pasar ini mudah tergenang, karena posisinya dataran rendah, sementara fasilitas saluran belum ada. Para pedagang pun berharap agar kondisi ini segera ditangani oleh Pemda.

Taufiq salah seorang Kadus di wilayah Gunungsari mengatakan, lahan pasar sementara yang berlokasi di belakang Kantor Camat Gunungsari mulai tak nyaman ditempati oleh pedagang. Pasalnya, kondisinya becek, berlumpur akibat digenangi air hujan. “Para pedagang di pasar sementara Gunungsari mengeluh karena terendam. Pasar becek dan berlumpur. Mohon segera ditangani oleh Pemda,”kata Taufiq.

Iklan

Menurutnya, pasar tergenang sejak beberapa hari lalu ketika hujan melanda. Para pedagang dan pembeli di pasar pun kebingungan mau pindah kemana. Sebab di pasar itu, jumlah lapak yang tersedia tidak sebanding dengan pedagang yang berjualan.

Hal senada disampaikan Hisamudin warga setempat. Ia mengaku sejak beberapa hari semenjak hujan melanda pasar sementara becek akibat tergenang. Paling parah di bagian dalam pasar, genangan menyebabkan kondisi tanah becek. “Ini jadi keluhan lagi dari para pedagang,”jelasnya.

Sebelumnya, para pedagang mendesak ingin kembali berjualan ke lokasi pasar lama yang ingin dijadikan taman kota. Alasan mereka mau pindah, karena kondisi di pasar sementara sepi pengunjung. Bahkan karena ingin pindah, para pedagang berinisiatif membuat semacam pengumpulan tanda tangan dari para pedagang, sopir, kusir angkutan.

Sementara itu, Ketua Forum LLAJ yang juga Kepala Dinas Perhubungan Ahmad Saikhu mengatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan ini dengan berkoordinasi dengan dinas terkait dalam hal ini Disperindag dan Bapenda. “Kami akan segera koordinasikan,”ujarnya. (her)