Pasar Seketeng Sumbawa Dilalap si Jago Merah, Begini Penuturan Pedagang

Asap mengepul membumbung tinggi, Rabu,  23 Januari 2019, di Pasar Seketeng yang terbakar (foto kanan). Para petugas pemadam dan petugas lainnya bersama masyarakat berusaha memadamkan api di salah satu sudut Pasar Seketeng (foto kiri). (Suara NTB/ind)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pasar Seketeng, Kabupaten Sumbawa mendadak ramai, Rabu,  23 Januari 2019. Pasalnya, pasar terbesar di Sumbawa ini dilanda kebakaran sekitar pukul 14.10 Wita. Cepatnya api membesar membuat banyak pedagang tidak sempat menyelamatkan barang dagangannya.

Pantauan di lapangan, api terlihat membesar di lokasi tengah pasar. Para pedagang berusaha menyelamatkan barang dagangannya. Mengingat api cepat menjalar, sehingga banyak pedagang yang tidak sempat menyelamatkan dagangannya. Tim pemadam kebakaran yang mengetahui kejadian langsung mengerahkan semua armada yang ada. Begitupula pihak kepolisian yang membantu menggunakan mobil Water Canon. Termasuk pihak TNI, Pemda dan instansi lainnya bersama masyarakat bahu membahu mencoba memadamkan api.

Iklan

Meskipun demikian, api tak kunjung padam dan terus menjalar. Besarnya kobaran api, merembet ke sejumlah bangunan kios permanen, petak los, lapak dan toko. Informasinya, sumber api dari salah satu kios di tengah pasar. Saat ini, belum diketahui penyebab dan jumlah kerugian dari kebakaran. Hingga berita ini dimuat, semua pihak masih melakukan proses pemadaman.

Salah satu pedagang, Ahmadi, menyampaikan, kejadian kebakaran ini diketahui sekitar pukul 14.00 Wita. Awalnya ia dan sejumlah pedagang lainnya melihat asap keluar dari dalam kios milik Salman yang diketahui menjual pakaian dan kain konveksi. Kebetulan saat itu toko dalam keadan baru ditutup. Karena panik ia dan sejumlah pedagang kemudian memanggil pemilik kios yang masih berada di lokasi pasar. Namun saat kios dibuka, api langsung menjalar keluar.

“Kita lihat asap keluar dari toko Salman. Toko itu baru ditutup. Terus cepat kita panggil pemiliknya. Begitu dibuka, api langsung menyembur keluar,” ujarnya.

Para pedagang di sekitar panik dan mencoba mengambil air untuk memadamkan api. Namun api cepat membesar sehingga membuat kios tersebut terbakar. Bahkan kabel listrik yang berada di atasnya meledak. Ia pun bersama sejumlah pedagang yang lokasi kiosnya berdekatan hanya bisa pasrah. Karena api yang cepat menjalar, barang dagangannya tidak bisa terselamatkan. Terkait penyebab kebakaran, dirinya belum mengetahui secara pasti. Namun diduga karena adanya hubungan arus pendek listrik.

Pedagang lainnya Fauzan, juga mengaku tidak sempat menyelamatkan barang dagangannya. Ia mengetahui adanya kios terbakar yang jaraknya sekitar 20 meter dari kios miliknya. Saat itu juga langsung berusaha mengambil air untuk membantu memadamkan. Namun berselang beberapa menit api sudah membesar bahkan sudah menjalar mengenai kios miliknya. Semua dagangannya seperti pakaian, sepatu, sandal dan lainnya ludes terbakar.

“Begitu tahu ada kebakaran, saya langsung ambil air. Tapi cepat sekali apinya membesar. Tidak sampai 5 menit, pas saya kembali api sudah membakar kios saya. Kalau penyebabnya saya belum tahu. Ada yang bilang karena listrik,” sebutnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Drs. Zainal Abidin yang ditemui di lokasi mengakui, untuk memadamkan api pihaknya mengerahkan semua armada yang ada. Dimana sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran diturunkan. Terdiri dari empat unit mobil yang stanby di kota, kemudian mobil yang ditempatkan di Utan, Plampang dan Lenangguar.

Sejauh ini, pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran. Mengingat pihaknya fokus untuk memadamkan api terlebih dahulu. Nantinya pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan. Pihaknya juga belum bisa memperkirakan total kerugian yang diakibatkan. Nantinya Bapenda Sumbawa juga akan mendata mengenai jumlah kios yang terbakar.

Sedangkan Kabid Pasar Bapenda Sumbawa, Sirajuddin memaparkan bahwa di Pasar Seketeng terdapat 2.267 total pedagang. Baik pedagang kios, pelataran, toko, dan lainnya. Dimana untuk kios permanen sebanyak 500 lebih, petak los 300 lebih, toko 7, dan sisanya lapak. “Total semua pedagang ada 2.267. Terdiri dari pedagang sayur, ikan, toko dan lainnya,” terangnya.

Saat ini pihaknya belum mengetahui jumlah kios ataupun lapak yang terkena kebakaran. Mengingat masih dalam proses pemadaman.

Sementara Kabag Ops Polres Sumbawa, AKP Burhanudin mengaku pihaknya mendapatkan informasi adanya kebakaran sekitar pukul 14.00 Wita. Pihaknya kemudian mencoba menghubungi pihak pemdam kebakaran. Dimana pihaknya menurunkan mobil Water Canon dan satu tangki untuk membantu memadamkan api di lokasi. Selain itu pihak brimob juga dihubungi dan menurunkan satu unit mobil untuk memadamkan api. “Jadi AWC kita satu, AWC Brimob satu dan tangki satu,”jelasnya. (ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here